Rabu, 14 April 2021

6 CARA JITU MELATIH ANAK PUASA

 Alhamdulillah ketemu lagi Ramadhan tahun ini. Meskipun covid-19 masih membayangi semua lini kehidupan tapi boleh dong ya kita excited menyambut bulan penuh rahmah ini. Eh wajib sih ya excited kan di bulan ini kita kayak menang undian. Pahala dibagi-bagi melimpah. Ya kan? Nah selain orang dewasa, anak-anak juga mestinya puasa. Tapi anak-anak pasti rewel banget kan di awal-awal. Jadi perlu dikenalin juga sedari belia tentang puasa supaya terbiasa.

tips jitu melatih anak puasa

Nah kebetulan tahun ini saya juga mulai melatih anak ke-2 puasa. Alhamdulillah pas kakaknya dulu nggak ada kendala karena karakternya memang cenderung penurut. Semoga si adek juga mudah seperti si kakak. Ini salah satu fase penting parenting juga dan salah satu kewajiban orang tua. Memang tidak mudah tapi harus dilakukan dong.

Selasa, 06 April 2021

NORWEGIAN WOOD : DEPRESI DAN ANXIETY HISTERIA PADA TOKOH-TOKOHNYA

"Kematian bukan lawan dari kehidupan, tetapi ada sebagai bagiannya"- Toru Watanabe

 Membaca Norwegian Wood karya Haruki Murakami membuat saya merasakan sebuah emosi asing yang belum pernah saya alami sebelumnya. Kisah yang begitu suram menyangkut psikologis tokoh-tokoh di dalamnya. Saya sendiri menilai Haruki Murakami sangat piawai menciptakan tokoh. Begitu alami sekaligus rumit. Sisi psikologis tokoh selalu mampu dijabarkan dengan sudut pandang yang sangat unik. Digambarkan dengan sangat kuat dan akurat, tokoh-tokoh itu seakan mewujud nyata di sekeliling kita.

tentang depresi dan anxiety histeria yang menyerang warga jepang


Saya sendiri merasa gelap sekali saat membaca buku ini. Apa benar di masa itu masyarakat Jepang sudah seperti yang digambarkan dalam buku. Murakami menulis buku ini di tahun 1987 dengan judul asli Noruwei No Mori kemudian diterjemahkan dalam bahasa inggris pertama kali pada tahun 2000. Saya melihat genre novel ini lebih ke coming-of-age yaitu sebuah genre yang mengupas perkembangan moral dan psikologis tokoh dari muda menuju dewasa. Toru Watanabe, sang tokoh utama mengalami kejadian-kejadian yang pasti mempengaruhi perkembangan psikologisnya dari umur 19 tahun saat cerita bermula hingga 20 tahun kemudian, yaitu ketika dia berusia 39 tahun.

Senin, 22 Maret 2021

MENGUNJUNGI LADAKH : KOTA DI ATAS AWAN

 Jujur awalnya India tidak masuk dalam waiting list  saya jika mampu menapakkan kaki di luar Indonesia. Tempat pertama yang ingin saya kunjungi adalah Mekah dan Madinah, lalu Turki, Austria, Jepang, dst tapi tidak ada India di sana. Namun setelah membaca buku Ade Nastiti berjudul Two Travel Tales Menguak Eksotisme India dan Nepal saya berubah pikiran. Secara spontan saya menempatkan Ladakh India sebagai destinasi kunjungan saya (semoga Allah meridhoi). 

spot wisata terbaik di Ladakh


Ladakh terletak di bagian timur pemerintahan Jammu dan Kashmir merupakan salah tempat tinggal tertinggi di bumi. Di Ladakh kita akan melihat seakan-akan langit dan bumi bertemu. Dengan suhu udara ekstrim Ladakh dikelilingi oleh padang pasir dan gunung batu. Ladakh beribukota di Leh dan terkenal karena pemandangan pegunungan yang menakjubkan. Ladakh berbatasan langsung dengan Tibet dan Pakistan. Karena itu budaya Tibet sangat kuat pengaruhnya pada masyarakat yang tinggal di sana. Rata-rata masyarakat Ladakh adalah penganut Budha Tibet dan sisanya menganut Islam Syiah.

Sabtu, 20 Maret 2021

TIPS MENULIS CERPEN ALA SAYA

 Beberapa kali harus bergumul dengan cerpen membuat saya sedikit banyak mendapat pelajaran dari proses menulis cerpen tersebut. Cerpen memang menjadi pilihan kedua saya belajar menulis setelah puisi. Kali ini saya ingin membagikan tips-tips yang biasa saya lakukan saat menulis cerpen yang saya rangkum dari beberapa kali pengalaman menulis cerpen.

langkah mudah membuat cerpen

Pengertian cerpen

Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karya sastra bersifat fiktif yang menceritakan tentang sebuah masalah yang dialami oleh tokoh secara ringkas. Biasanya cerpen ditulis dengan jumlah kata tidak lebih dari 10.000 sehingga bisa dibaca sekali duduk.

Jenis-jenis genre cerpen

Seperti karya sastra lain, cerpen juga memiliki genre. Genre adalah sebuah istilah serapan untuk ragam yang terbagi dalam bentuk seni atau tutur tertentu menurut kriteria yang sesuai untuk bentuk tersebut, (KBBI). Genre dalam dunia seni bisa dikatakan sebuah kategorisasi tanpa batas yang jelas karena banyak karya yang memadukan beberapa genre sekaligus dalam penulisannya. Macam-macam genre cerpen antara lain:
  • Horor
Genre horor adalah jenis genre yang membangun cerita dan plot sedemikian rupa sehingga mampu memberikan efek ngeri pada pembaca. Cerpen genre ini bisa menuliskan cerita-cerita tentang makhluk-makhluk halus atau pembunuhan berantai. Tidak semua cerita setan dan makhluk halus lain masuk di genre ini lo temans. Genre horor menitikberatkan pada efek ngeri yang ditimbulkan pada pembaca. Jadi kalau cerita setannya justru lucu maka bukan horor lagi namanya.
  • Sci-fi
Sci-fi terbentuk dari dua kata science iptek atau sains) dan fiction (fiksi). Genre sci-fi berarti sebuah cerita yang dibangaun dengan konsep teknologi dan sains ilmiah yang fiktif atau belum tentu ada di dunia nyata. Cerpen genre ini biasanya berkisah tentang cerita antar galaksi, penemuan-penemuan unik, dan lainnya.
  • Fantasi
Ketika menyebut fantasi pastinya kita akan tertuju pada dunia khayalan. Cerpen dengan genre fantasi memiliki sebuah jalinan cerita yang dalam perspektif umum dianggap tidak akan pernah terjadi dan hanya ada di ruang imajinasi penulis.
  • Romance
Cerpen dengan genre romance adalah yang paling banyak ditulis. Genre ini berkisah tentang berbagai macam kisah cinta, baik antar manusia, dengan Tuhan atau dengan makhluk-makhluk lain di alam semesta.
  • Fan-fiction
Nah cerpen dengan genre fan-fiction saat ini juga ikut booming seiring dengan meledaknya kepopuleran Idol Kpop. Fan fiction adalah cerpen dengan kisah tentang para idola tetapi dalam fiksi.
  • Humor
Genre humor adalah sebuah cerpen yang berkisah tentang hal-hal lucu yang memicu tertawa atau perasaan bahagia bagi pembaca. Biasanya berisi guyonan
  • Misteri
Genre misteri berbeda dengan horor. Dalam cerpen genre misteri biasanya cerita dibangun sebagai teka teki yang harus dipecahkan oleh tokoh utama.
  • Historical Fiction
Historical fiction adalah sebuah genre cerpen yang mengangkat tentang sejarah sebagai basic ceritanya. Bisa sejarah dalam maupun luar negeri. Meski berdasar sejarah tapi kisahnya tetap masuk dalam fiksi karena ada imajinasi penulis yang masuk di dalamnya.
  • Realistic fiction
Pengertian umum tentang cerpen bergenre realistic adalah sebuah fiksi yang dalam situasi sesungguhnya. Artinya cerita itu bisa saja terjadi pada dunia nyata.

Dari beberapa genre cerpen di atas saya lebih nyaman menulis genre historical fiction, fantasi, atau realistic fiction. Memang ada banyak effort yang saya keluarkan untuk menulis genre-genre tersebut, historical fiction misalnya, butuh riset yangbanyak sebelum bisa menghasilkan satu cerpen. Atau fantasi yang memaksa saya berimajinasi di luar batas daya khayal saya. Tapi semua saya naggap menyenangkan. Bagi saya writing is healing.

MAcam-macam genre cerpen

Tips menulis cerpen ala saya

Ada beberapa tips yang bisa saya bagikan untuk menulis cerpen agar berhasil membuahkan karya. Simak tipsnya di bawah ini ya..

  • Tentukan tema
Langkah paling awal dan paling ribet menurut saya adalah menentukan tema cerpen yang akan dibuat. paling mudah kalau tema sudah ditentukan dan kita tinggal mencari satu saja ide dari tema itu untuk dikembangkan. Ada banyak cara untuk memilih tema, bisa dari kejadian sehari-hari, curhatan teman, nonton film, dengar musik, dll. Gali sendiri bagaimana cara tubuh dan pikirn teman-teman paling mudah mendapatkan tema. Setelah tahu tema apa yang akan dibuat, selanjutnya akan mudah.
  • Baca cerpen-cerpen dengan tema yang sama
Saya biasanya akan banyak membaca cerpen-cerpen dengan tema yang sama dengan yang saya ambil. Ini sebagai tambahan referensi sekaligus bisa memantik ide. Apa sih yang akan saya tulis dari tema tersebut. Semakin banyak membaca semakin banyak pula ide yang keluar. 
  • Ambil satu angle dari tema tersebut
Ini sudah sedikit saya singgung di atas. Dari satu genre cerpen pasti ada banyak sekali hal yang bisa kita tulis. Ambil satu angle yang sekiranya kita mampu dan mudah menuliskannya. Tapi untuk saya sendiri lebih suka menantang diri untuk menulis hal-hal yang sulit. Karena dari situ saya akan banyak sekali belajar hingga mampu menyelesaikan satu cerpen.
  • Lakukan riset dengan benar
Nah untuk beberapa genre cerpen seperti historical atau fantasi kita perlu melakukan beberapa riset terkait tema tersebut. Misalnya tokoh-tokoh yang digambarkan, pada tahun berapa terjadi, dimana lokasinya, bagaimana suasana pada saat itu dan lainnya. Perbanyak riset agar saat menulis nanti kita sudah punya pegangan dan menjadikan menulis menjadi lancar dan tidak terhambat.
  • Tentukan berapa banyak tokoh
Tema sudah ada, ide cerita sudah juga. Sekarang waktunya menentukan tokoh-tokoh dalam cerita kalian. Untuk cerpen sendiri tokoh dibatasi hanya satu sampai tiga orang saja. Buat tokoh-tokoh tersebut. Untuk lebih mudahnya buat catatan kecil tentang nama, watak, keseharian, dll dari tokoh tersebut.
  • Mulai menulis
Setelah selesai dengan semua hal di atas mulailah menulis. Pilih waktu yang paling pas bagi kalian untuk menulis. Ada yang suka menulis pagi ada yang suka menulis malam. Menulislah terus tanpa jeda. Tidak usah pedulikan tata letak dan lain sebagainya. Menulis saja sampai akhir cerita dan jangan dijeda.
  • Diamkan 
Saat satu cerpen selesai ditulis saya biasa mendiamkannya sehari atau dua hari tanpa saya baca ulang. Waktu ini diperlukan untuk menciptakan ruang agar saya bisa logis dan tidak merasa karya saya sudah sempurna sebelum saya baca ulang.
  • Baca ulang dan lakukan editing
Setelah didiamkan sehari atau dua hari, baca ulang tulisan kalian. Nah di sini lah waktunya editing itu. Perbaki tata letak, atau kata yang salah ejaan, atau typo dan mungkin menghapus dan mengganti bagian yang tidak dperlukan. Setelah selesai mengedit baca kembali setidaknya dua kali sampai merasa bahwa tidak ada kesalahan teknis pada ceren yang kalian buat. Selesai :D

tips menulis ala saya


Nah bagaimana mudah bukan membuat cerpen itu? sebenarnya memang di awal akan sangat terasa sulit tapi seiring semakin banyak kita menulis akan semakin mudah. Jika di awal butuh waktu dua minggu misalnya untuk menyelesaikan satu cerpen nanti lambat laun teman-teman akan bisa mengurangi waktu itu hingga bisa menyelesaikan satu cerpen dalam hitungan jam saja.

Setelah paham dengan langkah-langkah di atas mari kita coba menulis satu cerpen untuk masing-masing. Begitu satu karya berhasil diselesaikan akan membuat candu untuk bisa menyelesaikan cerita-cerita selanjutnya. Teruslah menulis, mari kita ramaikan literasi di Indonesia.




Jumat, 19 Maret 2021

CERPEN DIMUAT DI SOLOPOS : TULAH KEMARAU

 Lagi dan lagi saya bersinggungan dengan kebutuhan membuat cerpen. Sudah semakin rileks saat menulis dan cenderung lebih hemat waktu, maksudnya tidak selama awal-awal bikin cerpen. Kali ini saya membuat cerpen populer, sedikit berkisah tentang alam dan hal-hal yang terjadi didalamnya. Tetap sih nulisnya karena ada tugas juga dari kelas OTM (ODOP Tembus Media) dari komunitas ODOP. Tugasnya bikin cerpen yang kemudian dikirim ke media baik media cetak ataupun media daring/online.

Cerpen yang saya buat kali ini mendapat ide dari kejadian alam luar biasa menurut saya karena belum pernah terjadi dan saya rasakan sebelumnya. Genrenya mungkin masuk di populer ya karena memang base on kejadian yang sedang berlangsung.

cerpen populer


Ada banyak media yang bisa saya kirim cerpen tersebut, tapi karena memang saat itu masih belum pede dengan karya saya jadi saya coba masuk ke media yang sedikit banyak bersentuhan dengan tema cerpen yang saya buat.

Alasan memilih Solopos sebagai media yang dikirim

Solopos sendiri adalah sebuah media cetak yang berbasis di kota Solo. Banyak berita yang diangkat adalah seputar kejadian di area Solo dan sekitarnya. Kenapa antas saya pilih koran ini, antara lain:
  1. Saya sih berharap akan mendapat peluang lebih besar karena tema agak bersinggungan dengan wajah Solopos tersebut.
  2. Solopos adalah salah satu koran dengan oplah yang lumayan di tengah gempuran media online saat ini.
  3. Saya sendiri lebih suka membaca koran riil dibanding dengan membaca lewat gadget, meski Solopos sendiri juga memiliki media daring.

Nah ternyata saya tidak perlu menunggu lama untuk mendapat kabar bahwa cerpen saya diterima dan akan diterbitkan di rubrik jeda Solopos di minggu berikutnya. Cerpen ini dimuat tepat di hari Minggu tanggal 5 Januari 2020. Bagi teman-teman yang ingin membaca cerpen tersebut, berikut saya tuliskan:


TULAH KEMARAU

Oleh: Marwita Oktaviana


Riak-riak mendung sedang marah dan jengah, tak mau bahkan hanya mampir sebentar meneduhkan. Sudah lebih dari sepuluh bulan. Matahari sedang kasmaran menjumpai bumi tanpa jeda meski hanya sehari. Panas membara. Aku sedang berjibaku mengipas-ngipas keringat yang mengucur deras saking panasnya. Di malam hari pun tak mau beranjak, bahkan lebih gerah dari siang hari. Tidur susah, bangun susah. Istriku sedang ngomel-ngomel karena anak balita kami rewel sedari sore. Ngantuk tapi tak bisa tidur. Sudah dua kipas angin yang dipasang untuk menyejukkan, tapi anginnya justru terasa panas. Anomali yang menjengkelkan. Mungkin saja jika ada AC kamar akan lebih nyaman. Apalah daya penghasilanku sebagai buruh tani tak seberapa, untuk makan saja kadang masih hutang tetangga.


Karena risih aku beranjak dari pembaringan, mengambil tikar pandan dan beberapa bantal. Lantas dengan sigap tikar telah tergelar di halaman depan. Anakku kupindahkan dari gendongan ibunya ke atas tikar pandan, sesekali aku kipasi dengan kipas bambu. Mungkin saja di luar ada angin jadi lebih segar.


Semenjak panen semangka berakhir, otomatis penghasilanku sebagai buruh tani pun habis masa. Sepanjang hari hanya ongkang-ongkang kaki tanpa pekerjaan dan penghasilan. Untung saja upah panen semangka masih bersisa meski sedikit, jadi dapur masih bisa mengepul. Kadang aku banting setir jadi buruh bangunan, kadang jadi buruh angkut di pasar. Apa saja asal menghasilkan sambil menunggu hujan datang dan musim panen padi akan mengembalikan statusku menjadi buruh tani. Tapi hujan bahkan enggan bertandang.


Sebenarnya sawah di daerahku bukan sawah tadah hujan seratus persen. Adakalanya para petani mengalirkan air dari Bengawan Solo melalui saluran air jika intensitas hujan sedang rendah. Tanam padi di awal musim hujan dalam kondisi air yang masih sedikit disiasati dengan menanam langsung butir-butir padi tanpa melalui proses tampekan atau pembuatan wineh, bibit padi yang berumur kurang lebih tiga minggu sampai 1 bulan yang dicabut untuk ditanam di sawah. Tapi jangankan untuk icir pari, untuk kebutuhan sehari-hari saja sulit sekali air didapat.


Beberapa bulan ini banyak buruh tani yang alih profesi menjajakan air dalam tandon besar ke pemukiman-pemukiman penduduk akibat langkanya air. Mereka harus merogoh kocek sampai seratus ribu per tandon yang cukup digunakan hanya untuk tiga hari saja. Bayangkan berapa banyak uang yang harus mereka habiskan hanya untuk membeli air. Uang sebanyak itu harusnya bisa dipakai untuk kebutuhan lain, kalau saja hujan sudah turun dan air mudah di dapat.


Dulu di masa-masa kemarau seperti ini, diesel-diesel besar dinyalakan di pinggir Bengawan Solo. Siap mengalirkan air ke seluruh pelosok melalui saluran air dan warga bebas menggunakan untuk mencuci atau mandi. Itu adalah saat panen kerukunan antar warga. Mereka berbondong-bondong tiap pagi dan sore menenteng cucian dan sabun mandi. Mencuci dan mandi bersama sambil bercengkrama. Anak-anak kecil bermain tanpa tahu waktu, berenang dan berloncatan sepanjang hari. Sampai kulit mereka penuh lumpur dan berlumut. Tak jarang para orang tua datang dan menjewer telinga anak-anak mereka yang tak kunjung pulang saat bermain di saluran air. Bagi anak kecil, saluran air dengan air yang mengalir adalah surga.


Petani-petani pun berdendang menyanyikan lagu riang, saat perlahan sawah mereka terisi air dan padi siap ditanam. Kami para buruh pun senang. Musim tanam tiba, uangpun di tangan. Tapi kondisi kali ini berbeda. Biasanya mereka yang tinggal di kota-kota yang dilewati Bengawan Solo akan mengeluh karena meluapnya sungai akibat hujan yang meluber ke kawasan perumahan mereka. Tapi kini itu tinggal mimpi. Sejak hujan tak mau bertandang Bengawan Solo kering kerontang.


Selama 34 tahun aku hidup, sekali pun belum pernah kujumpai Bengawan Solo yang mati. Hanya debit airnya saja yang berkurang saat musim kemarau, tapi masih bisa digunakan. Tapi tahun ini anomali itu terjadi. Di seluruh Jawa entah bagaimana tiba-tiba air yang ada di Bengawan Solo sirna. Hilang tanpa bekas, menyisakan kerak-kerak tanah yang gersang. Sungai tempat banyak nyawa menggantungkan diri tiba-tiba sat, lenyap. 


Kami para orangtua kelimpungan. Anak-anak kecil kegirangan. Mereka jadi punya tempat untuk sekedar bermain bola atau lari-larian. Tak perlu susah mencari lahan. Malah di salah satu desa di Lamongan, berkah dari keringnya Bengawan Solo dirasakan. Beberapa perahu baja yang biasa digunakan sebagai  moving bridge ditemukan. Dilansir perahu itu peninggalan sekutu yang digunakan untuk melucuti Jepang saat perang dunia II. Tapi berkah itu hanya sebentar dirasakan. Kekeringan memaksa kami memutar otak untuk bisa bertahan.


Para pemilik perusahaan air yang mengambil mata air Bengawan Solo pun gelagapan. Rumah-rumah warga yang menjadi langganan mereka akhirnya kekeringan. Luapan kemarahan warga ditumpahkan di depan kantor dengan garang. Para pengusaha itupun terdiam. Berdoa agar hujan lekas datang dan Bengawan Solo kembali berdendang.


Untungnya di depan rumah ibu ada satu sumur galian tua yang airnya tak putus-putus nyumber. Jadi aku tidak perlu beli air tandon yang dijual. Lambat laun para tetangga pindah lokasi bercengkrama. Dari saluran air ke depan rumahku dekat sumur. Berember-ember cucian dan berpuluh-puluh jerigen berjajar. Dalam hati sempat terpikir ini sumber uang baru yang potensial. Bisa saja aku menarik bayaran setiap kali mereka mencuci, mandi atau mengambil air dari sumur di depan rumah. Tapi aku tak mau nanti kena azab. Kalau aku nekat mungkin sumber air itu akan dihentikan oleh Tuhan. Sumur itu dibangun bapak untuk mengakomodasi kebutuhan berwudlu para calon jamaah sholat di langgar samping rumahku. Itu mungkin salah satu sebab sumber airnya tak pernah surut.


Kemarau panjang membingungkan banyak orang. Kami berbondong-bondong ke lapangan melakukan sholat istisqo, meminta hujan. Tidak hanya sekali, tapi entah kenapa hujan belum mau datang. Tak lama kulihat banyak sesajen yang dibakar di lapangan dan di sepanjang Bengawan Solo. Rupanya tingkat stres mereka sudah di atas rata-rata, sampai cara setan pun dipakai. Kalau saja mereka mau berpikir, Tuhan saja belum mau menurunkan hujan, apa kemudian setan bisa?


Aku terkantuk-kantuk dengan kipas bambu di tangan. Anakku sudah sedikit tenang dan mulai mengerjapkan mata mengantuk. Istriku sudah terlelap di seberang dengan satu tangan memeluk anakku. Uang di tabungan sudah menipis, entah harus kerja apa besok untuk mengepulkan dapur. Aku memandang sumur di depan rumah. Antrian jerigen masih mengular. Pikiran jahat muncul, kalau hujan tetap tak mau datang, kemungkinan besar sumur itu akan kugadaikan.


Demikian cerpen saya yang alhamdulillah bisa merasakan dimuat di media massa. Tentu saja saya sangat senang dan termotivasi untu lebih keras berusaha menciptakan cerpen-cerpen yang lain. Jangan lupa krisannya ya teman-teman.