Halaman

Sabtu, 28 September 2019

BULAN MATI

Bulan mati di sudut kerling hati
Bahkan tak ada niatan untuk kembali

Segenggam naluri terbuai mimpi
Memeluk redam jahanan melukai

Hati sekedar kerat tak berarti
Dihujam dalam, kidung pembunuh mimpi

Senyumnya terukir di wajah mati
Menumpas lekas tawa di wajah lelaki

Sudahlah, akhir ini telah menepi
Perempuan memeluk mimpi di tidur abadi

Enyahlah, pergi dari singgasana hati
Nirwana tak punya ruang untuk lelaki penuh duri



PUAN, TUAN

Merah bulan berdarah
Di sabit gulana nan marah

Hitam kelam segala dendam
Menanti balas puan pemilik gendam

Sebait kidung terlanggam
Membawa serta sosok berwajah kelam

Darah diumbar sebagai jalan
Memangkas habis jalinan sedan

Habislah semua, ambyar
Kasih sayang dibalas gelegar

Senyum terlanjur di bibir puan
Puas dengan tubuh terbujur tuan

Dua puisi di atas adalah salah satu puisi baru dengan nama distikon yang aku buat. puisi dengan ciri dua baris di tiap baitnya. selamat menikmati dan marakkan literasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar