Halaman

Senin, 25 Oktober 2021

EKSOTISME DESAKU: ANTARA SENI, KULINER, DAN BUAH LOKAL SUNGEGENENG

Sawah Desa Sungegeneng
Sawah desa Sungegeneng (Dokumen pribadi)

Saya menginjakkan kaki di sini kurang lebih sebelas tahun yang lalu. Desa ini bukan desa kelahiran saya, tetapi saya begitu jatuh cinta. Desa tempat saya tinggal saat ini bernama Sungegeneg, sebuah desa yang terletak di kawasan persawahan dan rawa-rawa. Ketinggiannya berkisar 0,6 m dari permukaan laut, mungkin cenderung rendah, tetapi nama Sungegeneng berarti sungai yang tinggi sehingga wilayahnya memang lebih tinggi dari desa-desa sekitar. 

Senin, 30 Agustus 2021

CERPEN PEMENANG LOMBA CV. IKUT LOMBA KREASI MEDIA

 Cerpen ini idenya sudah lama sekali saya simpan diam-diam. Waktu itu muncul karena membaca sebuah kisah di buku entah apa saya juga lupa. Lalu mulai mencari dan riset tentang para Nyai di jaman Belanda. Bagaimana kehidupan mereka, pro kontra yang terjadi terkait status tersebut di masa lalu, dan kisah setelah suami Belanda mereka kembali ke negara asal.

Memang ide itu lama sekali saya simpan dan tidak juga saya eksekusi. Baru ketika ada lomba yang diadakan oleh Ikutlomba saya coba bikin realnya.

Rabu, 25 Agustus 2021

CERPEN PEMENANG LOMBA FESLITE ILC

 Keberuntungan kembali mendatangi saya. Cerpen ini awalnya saya buat untuk mengikuti lomba yang lain, tapi nampaknya pihak panitia lomba masih belum berpihak pada cerita ini. Lalu saya iseng-iseng mengirimkan cerpen ini pada lomba lain yang diadakan oleh komunitas menulis Indie Literary Club. Alhamdulillah cerpen ini diapresiasi dengan sangat baik di sana dan mendapatkan juara 1.

Jumat, 06 Agustus 2021

MAU TAHU CARA ORANG JAWA DULU MENGANTISIPASI WABAH?

 

Sejak kasus Covid-19 di Indonesia diumumkan pertama kalinya oleh presiden Jokowi pada tanggal 2 Maret 2020 jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah. Berita terakhir menyebutkan data pasien sudah menembus 5000 jiwa lebih. Beberapa kebijakan dilakukan oleh pemerintah untuk meminimalisasi dan menghentikan penyebaran virus tersebut. Mulai dari social distancing hingga karantina lokal.

 

Rabu, 04 Agustus 2021

KASUR TANAH, SEBUAH KRITIK SASTRA CERPEN KARYA MUNA MASYARI

Kasur tanah, sebuah kritik sastra

Sebuah karya sastra selalu memberikan stimulus yang tidak bisa diabaikan oleh banyak orang. Bukan hanya oleh penikmat sastra sendiri, tetapi juga masyarakat umum meskipun sangat awam dengan dunia kesusastraan. Cerpen memiliki sebuah ikatan khusus bagi saya di beberapa waktu ke belakang. Membaca cerpen memberikan sebuah ekstase tersendiri. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah cerita pendek. Bagaimana penulis menciptakan tokoh, memutar otak untuk membuat konflik, dan menutupnya dengan sebuah closing yang memukau.

Senin, 02 Agustus 2021

KETIKA CINTA TERALU EGOIS (Review Cerpen Cinta di Atas Perahu Cadik Karya Seno Gumirah Ajidarma)

Review Cinta di Atas Perahu Cadik

Membaca cerpen-cerpen media menjadi sebuah keasyikan baru bagi saya sejak, kapan ya...mungkin sejak saya bergabung di salah satu komunitas menulis yang memiliki kelas tembus media. Ada salah satu tugas yang mengharuskan kami, para anggota untuk membuat cerpen lalu mengirimkannya ke media. Karena ingin menembus media itu jadi saya riset dengan banyak-banyak membaca cerpen media di lakonhidup.com. Dari aktivitas membaca itu harapannya saya bisa mendapat ide tulisan, mengerti bagaimana karakter cerpen media, bagaimana penulisannya dan sebagainya. Karena saya bukanlah jenius di bidang tulis menulis seperti Faisal Odang, atau Muna Masyari, atau Seno Gumirah Ajidarma yang cerpennya akan saya review disini dimana cerpen-cerpennya sudah banyak menghiasi media.

Sabtu, 31 Juli 2021

DENIAS DAN MENTARI HARAPAN BARU DARI TIMUR MENYAMBUT PON XX

 

Papua mentari harapan baru dari timur

"Apuni inyamukut werek halok yugunat tosu (berbuatlah sesuatu yang terbaik terhadap sesama)"--Pepatah dari Papua

Masih ingat dengan Denias? 

Denias menjadi salah satu pemantik saya mengenal Papua. Dulu saya juga memberikan stereotipe negatif pada Papua. Dalam bayangan saya Papua itu masih terbelakang dan tidak terjamah. Bayangan suku pedalaman dengan fasilitas yang masih seperti zaman batu selalu hadir dalam bayangan saya ketika memikirkan tentang Papua. Tapi Denias muncul membuka tabir yang selama ini melingkupi Papua. MashaAllah saya begitu kagum dengan film ini karena mampu menampilkan dan mengenalkan Papua dengan sangat baik. Bentang alam yang memukau ditampilkan dengan sangat apik dan memantik keinginan masyarakat untuk bisa menapakkan kaki di bumi Cendrawasih tersebut. Termasuk saya, 😁