Sabtu, 28 September 2019

REVIEW

Kali ini aku mau sedikit membahas dan me review salah satu buku yang pernah kubaca. Buku ini salah satu dari buku seri Supernova karya Dee. Dee itu salah satu penulis Indonesia favoritku. Tulisan-tulisannya apik, dengan diksi campuran, antara mudah dan sulit dimengerti membuatku dituntut berfikir untuk bisa memahami maksud tulisan Dee. Riset-riset yang dilakukan Dee untuk bukunya mendukung kualitas karya yang tercetak. Membuat kita mengetahui banyak hal dari membacanya. Bagiku Dee itu seperti penyihir. Bagaimana tidak, aku heran saja bagaimana dia bisa menciptakan kata-kata dan menghasilkan karya sebagus itu.

Sampai saat ini seri Supernova sudah sampai buku ke 6. Buku yang mau aku bahas ini adalah seri ke 2 dari Supernova. Tampilan bukunya di bawah ini.



Judul Buku         : Akar
Penulis                 : Dewi “Dee” Lestari Simangunsong
Penerbit              : Bentang Pustaka
ISBN                      : 978-602-291-053-4
Tebal buku         : 308 halaman
Jenis                      : Fiksi
Cetakan tahun  : 2014


Akar adalah buku kedua dari seri Supernova. Novel ini pertama kali terbit pada bulan Oktober 2002 kemudian mengalami beberapa kali cetak ulang. Ukuran novel ini dibuat sebagai buku saku, jadi mudah untuk dibawa kemana-mana. Desain sampul coner termasuk simple dengan gambar simbol akar sebagai fokus utama berlatar gambar vihara dan naga terbang. Dengan gradasi warma hitam dan orange.

Novel ini bercerita tentang perjalanan Bodhi Liong, seorang anak yatim piatu yang ditemukan di depan vihara yang kemudian diasuh oleh biksu Liong mencari kesejatian diri. Bodhi Liong adalah seorang yang kurus berkepala gundul, dimana di kepalanya ada susunan tulang seperti tulang belakang yang membelah mulai puncak dahi dan menghilang di pangkal tulang leher. Perjalanan pencarian jati diri Bodhi merambah mulai Belawan, Bangkok, Laos, Golden Triangle, Kamboja, dan Bandung. Bertemu dengan beberapa orang seperti Kell dan Star yang membuka jalan untuk Bodhi menemukan jati diri. Novel ini diakhiri dengan ditemukannya surat untuk akar oleh Bodhi di salah satu warnet di Bandung dari pengirim yang mengaku bernama Supernova.

Alur novel ini adalah alur campuran. Dimana novel dibagi dalam 3 keping, yaitu keping 34, 35, dan 36. Keping 34 menceritakan tentang serpihan novel seri berikutnya dengan tokoh Gio Alvarado yang diceritakan dengan alur maju. Kemudian keping 35 menceritakan kisah Bodhi Liong dengan alur maju dan mundur. Dan terakhir keping 36 diceritakan dengan alur yang sangat kompleks.

Diksi yang digunakan dalam novel ini relatif mudah dimengerti oleh pembaca, karena tidak terlalu rumit, namun tidak pula terlalu sederhana. Pembaca akan mudah mencerna cerita dalam novel ini. Dari segi penulisan juga sangat baik dan tertata rapi. Yang menjadi kelebihan novel ini adalah adanya footnote yang memudahkan pembaca memahami istilah atau bahasa asing.

Nah itu hasil review ku tentang Akar. Secara keseluruhan aku selalu menyukai semua tulisan dari Dee. Karena fresh, scientific, dan membuat candu. Saat ini aku sangat menunggu adanya buku ke 7 seri Supernova sebagai kelanjutan dari buku Intelegensi Embun Pagi.

6 komentar: