Sabtu, 28 September 2019

TERZINA SYALALA

Kali ini aku akan bahas mengenai satu lagi jenis puisi baru yang bernama terzina. Wow dari namanya saja sudah bagaimana gitu ya :). Jadi puisi terzina itu puisi yang dalam satu baitnya mengandung 3 baris. Dengan rima a-a-a atau a-b-a atau a-b-b serta a-a-b. ergantung selera pembuat. contoh puisi terzina bisa dilihat di bawah ini ya..

PEREMPUAN DAN CANDU

Bagiku kamu selaksa aroma
Menguarkan harum memikat raga
Meski tak indah dipandang mata

Menemuimu tak pernah mudah
Butuh lama waktu untuk bersua
Memastikan kala tepat diminta

Saat mendapatkanmu adalah madu
Kubelai tubuhmu penuh haru
Lalu kulayur di atas tungku

Panas tubuhmu menguarkan asap
Yang kuhadang dengan hidung penuh harap
Dan kuseduh dengan air beruap            

Kamu kopi bukan tebu
Pahitmu menciptakan candu
Padaku perempuan bertudung abu


Yang ini contoh lain:

ANTARA KOPI DAN HUJAN WAKTU ITU

Kamu perempuan penikmat kopi
Dia lelaki dengan hujan yang dibenci
Namun kalian satu sehati

Dia bertanya mengapa kamu suka kopi?
Kamu bertanya mengapa hujan yang dibenci?
Namun tanya tetap menganga diantara tepian sepi

Kamu bilang kopi membawa pulang Ayah yang pernah pergi
Dia bilang hujan membawa pergi Ibu yang lama menemani
Dan meja serta kursi menjadi saksi kata hati

Bagimu kopi menguarkan aroma memikat pagi
Baginya hujan membawa aroma basah tanah yang dibenci
Dan kalian melarungkan itu lewat sela aroma tubuh yang suci

Kamu bilang ayah mengajarkan nikmatnya rindu
Dia bilang ibu membawa pergi nikmat itu
Dan sekerat kue coklat memberikan candu untuk kalian bertemu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar