Minggu, 13 Oktober 2019

AKU DAN KEMARAU

Diantara tanah pecah-pecah. Kurasakan rindu tinggal tatah-tatah. Sedangkan terik memecah antah berantah. Dan aku yang selalu tertinggal selangkah.

Diantara angin kering berbisik. Kudapati airmata berlarik-larik. Sedangkan bunga-bunga menolak berputik. Dan aku yang hanya mampu berpijak pada satu titik.

Diantara pundi-pundi kesedihan. Kutemukan berlapis-lapis kepedihan. Sedang hujan lagi-lagi belum mau sepadan. Dan aku yang selalu memihak enggan.

Entah kubawa kemana remah-remah. Atas cintaku yang tinggal patah-patah. Sedang kusadari dia mulai jengah. Atas diriku yang menghamba pasrah.

Entah kusimpan dimana bayang-bayang. Atas cemburu sebanyak ilalang. Sedang kudapati dia tertawa riang. Atas diriku yang semakin meradang.

1 komentar: