Kamis, 10 Oktober 2019

CARICA YANG MENGGODA

Ada satu hal yang menarik perhatianku dari pertemuan kali itu. Pertemuan dengan teman-teman penulis move off. Yaitu salah satu oleh-oleh yang dibawa oleh Kak Linara, warga asli Banjarnegara Jawa Tengah. Oleh-oleh itu berupa manisan buah. Dikemas dalam gelas plastik yang tembus pandang. Berisi irisan buah dan semacam kuah yang berwarna kuning. Awalnya kupikir itu adalah manisan buah salak. Tapi ternyata bukan.

Kalian tahu Carica? atau pernah mendengar namanya?. Aku juga baru tahu ada buah bernama Carica. Ternyata Carica itu salah satu buah endemik kawasan Dieng Wonosobo. Buah yang dibawa dari pegunungan Andes, Amerika itu memang hanya bisa hidup di dataran tinggi yang basah.

Di Indonesia Carica hanya bisa tumbuh di kawasan Dieng, Bali dan Bogor. Carica berbentuk seperti buah pepaya tapi dengan ukuran lebih kecil. Pohon Carica bukan pohon kayu seperti halnya pohon pepaya, tetapi bisa bercabang. Buah Carica biasanya bergerombol. Berwarna hijau saat masih muda dan berwarna kuning saat sudah matang.



Buah Carica tergolong keras dan memiliki banyak biji di bagian tengah. Persis seperti pepaya. Namun buah Carica tidak bisa dikonsumsi langsung. Tetapi harus diolah terlebih dulu. Bisa sebagai manisan atau selai. Yang aku dapatkan ini sepertinya yang berupa manisan buah Carica. Rasanya asam manis dan segar sekali. Aku merasa manisan buah Carica lebih enak dibanding produk serupa dari buah apel. Anak-anak dan Suami juga suka karena tidak serik.



Alhamdulillah jadi bisa merasakan enaknya buah khas Dieng. Meskipun belum sempat kesana langsung. Semoga lain kali bisa menapakkan kaki di kawasan Dieng dan menikmati eksotisme yang tersebar di jajaran pegunungan di sana.

1 komentar: