Halaman

Selasa, 22 Oktober 2019

DI UJUNG KEMARAU

Bahkan daun-daun masih saja terus berguguran. Di ujung kemarau yang terus meninggalkan kenangan. Kelopak-kelopak hujan belum mau merekah. Menunggu tulah kerontang yang menyudah.

Bahkan sungai-sungai menolak mengalir. Di ujung kering yang menolak bergilir. Kelepak-kelepak ikan belum mau menari. Menunggu embun-embun kering kembali terisi.

Di sudut-sudut tebing gersang penuh kering ilalang. Gelas-gelas pelangi menunggu bersemi gemilang. Ketika warna-warna diolah bersenyawa. Tersembunyi dalam tanah merah menyala.

Angin-angin telah mengabarkan datangnya. Uap-uap air yang lama melena mulai bersegera. Putik-putik hujan menyemai kabar. Musim suka cita segera datang membawa segar.

Burung-burung memilih bergerak serentak. Menguar dari bilik-bilik suram menggeletak. Memainkan nyanyian penggugah alam. Bersama bersenyawa menyambut hujan yang mulai melanggam.

1 komentar: