Senin, 28 Oktober 2019

MENIKMATI POHON "DEDALU PERKASA" ASLI LAMONGAN



Weekend kemarin alhamdulillah ada waktu untuk sedikit jalan-jalan. Mumpung semua pas liburnya bareng. Memang rencananya hanya akan pergi ke tempat wisata yang dekat-dekat saja agar tidak terlalu capek di jalan. Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi salah satu wisata nature heritage di Desa Sendangharjo. Rencananya mau sambil silaturahmi ke rumah teman, tapi gagal karena beliau sedang tidak di rumah.

Jadi tujuan kami kali ini adalah wisata akar langit yang ada di dusun Wide Desa Sendangharjo. Sekitar 20 menit ke arah barat dari wisata WBL. Perjalanan ke wisata akar langit bisa dibilang cukup nyaman. Jalan bagus dan cenderung lancar dengan pemandangan hutan jati dan mahoni di sepanjang jalan serta bentangan pantai di tepi jalan. Tempat wisata ini berlokasi di hutan yang ada di balik desa. Jadi untuk ke arah sana harus melewati jalan desa yang agak sempit. Wisata akar langit ini masuk di Petak 35C KPRH Lembor kawasan Perum Perhutani KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Tuban.

Yang menjadi primadona di tempat wisata ini adalah adanya pohon Trinil purba dengan ukuran yang cukup besar. Pohon Trinil atau dalam bahasa Latin bernama Bauhinia Glabra masuk dalam famili Caesalpiniaceae ini tumbuh sebagai tanaman liar yang awalnya oleh masyarakat setempat dikategorikan sebagai tanaman pengganggu. Karena akar-akar yang tumbuh melilit pada pohon-pohon disekitarnya akan mengganggu proses fotosintesin tanaman dan menyebabkan tanaman kering dan mati. Oleh masyarakat biasanya akar pohon Trinil ini digunakan sebakai tali untuk mengikat barang. Dahulu pohon Trinil raksasa ini dianggap seram, namun sejak diviralkan oleh Ali Rahman pada tahun 2017 pohon ini menjadi fenomenal.

7

Kalau dilihat pohon Trinil ini hampir mirip dengan pohon Dedalu Perkasa yang ada di film Harry Potter. Bedanya pada pohon Trinil ini adalah berupa jalinan akar-akar yang membelit dengan sesamanya membentuk jaringan dengan sebuah prosa utama. Akar-akar pohon ini membentang hingga menaungi prosa utama dan pepohonan di sekitarnya. Diameter utama pohon sekitar 75 cm dengan bentangan akar hingga puluhan meter. Bentuk pola akar yang unik jika dilihat hampir seperti tubuh ular, pipih dengan ceruk-ceruk kecil di sepanjang akar.



Menyaksikan pohon ini membuat kami merasa dilempar ke ribuan tahun silam. Pemandangan yang mempesona. Tidak sia-sia melakukan perjalanan sampai di akar langit ini. Pemerintahan desa juga sudah melangkapi tempat wisata ini dengan mushola, toilet, cafe-cafe, wifi berbayar, tempat perkemahan dan spot-spot foto keren. Ada beberapa goa yang ada di tempat wisata ini, sebagian sudah bisa dinikmati dan sebagian lagi masih dalam tahap persiapan. Salah satu goa yang sudah bisa dikunjungi adalah goa Bolet yang terletak di atas bukit.


Selain beberapa hal di atas, ada juga spot keren yang bisa kita nikmati di atas bukit. Pemandangan sekitar yang dilihat dari ketinggian sungguh mempesona. Pemerintah desa juga menambahkan beberapa pos pandang dengan bentuk-bentuk yang instagramable untuk mengambil foto.  Selain itu kita bisa mencoba wahana panahan dan berkuda yang disewakan terpisah.


Untuk masuk ke tempat wisata ini cukup merogoh kantong Rp. 5000 untuk tiket masuk, Rp. 2000 untuk parkir motor, dan Rp. 5000 untuk parkir mobil. Suasana pegunungan yang sejuk akan menghilangkan penat setelah beraktivitas selama seminggu. Jajaran pohon mahoni yang rimbun sangat sayang jika dilewatkan. Jadi kalau kalian sedang di area sekitar tempat wisata ini, sudilah mampir. InsyaAllah tidak akan mengecewakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar