Halaman

Sabtu, 19 Oktober 2019

PERLAHAN RINDU

Sempat sekarat dan berhianat. Tanah-tanah retak kembali bergeliat. Ketika mendung-mendung menutup langit. Dan kidung-kidung dinyanyikan membelit.

Sempat koma dan separuh nyawa. Kelopak-kelopak mawar kembali merona. Ketika sajak-sajak dibacakan penuh makna. Dan semesta bergelora, berwarna.

Gerimis yang bertandang tiba-tiba. Di senjah yang jingga mempesona. Tanpa isyarat, tanpa tanda. Tawa-tawa semerbak, seperti seharusnya.

Jejak-jejak basah tercetak pada kaki-kaki bocah. Disisa gerimis manis yang membalut parah. Tanpa resah, tanpa gelisah. Rona-rona semarak, pasrah.

Di ujung rindu yang membiru. Kujumpai tebing-tebing kelabu. Pelangi yang kutunggu. Terbawa penawar, kamu.

1 komentar: