Jumat, 18 Oktober 2019

PESONA SENDANG DUWUR




Selain wisata-wisata populer seperti WBL (Wisata Bahari Lamongan), Museum Islam Indonesia, Makam Sunan Drajat, Maharani Zoo, dll. Di Lamongan juga ada satu tempat wisata religi yang patut dikunjungi. Namanya Makam Sendang Duwur.

Makam Sendang Duwur merupakan tempat wisata religi yang berada di desa Sendang Duwur Kecamatan Paciran. Membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari tempat Wisata Bahari Lamongan. Masuk ke kawasan Sendang Duwur akan melewati jalan desa yang membentang dari utara ke selatan. Sepanjang jalan akan disuguhi pemandangan tegalan yang biasanya ditanami kacang, lombok, tomat atau jagung. Dan dibeberapa tempat menjulang pohon-pohon siwalan.

Terletak di atas bukit Amitunon memberikan nilai ekstra pada tempat wisata ini. Selain batu nisan yang unik juga bisa memandang lautan membentang yang indah. Makam Sendang Duwur memiliki asitektur tinggi, perpaduan dari budaya Islam dan Hindu. Terdapat dua gapura sebagai jalan masuk menuju komplek pemakaman tersebut. Satu gapura di depan berbentuk seperti Candi Bentar di Bali dan satu gapura di belakangnya berbentuk paduraksa. Sedangkan tiang penyangga atap atau cungkup makam terbuat dari kayu jati berukir.




Meskipun terletak di atas bukit, namun komplek makam ini masih bisa ditempuh dengan kendaraan baik roda dua atau roda empat. Namun harus hati-hati saat mengendarai kendaraan yang dipakai. Selain sempitnya jalan dan tata letak rumah-rumah yang sangat dekat dengan jalan raya, topologi perbukitan menjadikan jalan yang dibangun berkelok-kelok untuk mengurangi kecuraman. Jika tidak hati-hati maka kecelakaan akan sangat mungkin terjadi.

Selain makam Sunan Sendang Duwur, di kompleks wisata ini juga terdapat masjid dan makam-makam pengikut Sunan Sendang Duwur. Masjid yang ada di kompleks wisata ini memiliki sejarah yang unik. Konon masjid kuno ini diboyong oleh Sunan Sendang Duwur dari Mantingan, Jepara ke Lamongan hanya dalam waktu semalam. Di masjid inilah Sunan Sendang Duwur melakukan syiar islam.



Meskipun sudah dilakukan renovasi pada masjid tersebut, namun kita masih bisa menjumpai beberapa peninggalan Sunan Sendang Duwur seperti Bedug dan empat gentong besar peninggalan Majapahit. Konon katanya siapa yang meminum air dari gentong tersebut akan awet muda dan doa-doanya dikabulkan. Masjid kuno tersebut memiliki tiga pintu masuk. Ada tulisan di atas tiap-tiap pintu berisi tanggal dalam beberapa kalender. Pintu sebelah kanan bertuliskan angka 1421 Saka, pintu tengah 1339 Hijriyah bertulisan arab, dan pintu sebelah kiri bertuliskan angka 1920 Masehi.

Untuk masuk ke komplek makam sangat murah. Hanya perlu menyediakan Rp. 3000 untuk tiket masuk dan Rp. 2000 atau Rp. 5000 untuk parkir motor atau mobil. Di area parkir terdapat pohon beringin yang di bawahnya terdapat batu lempeng besar yang bisa digunakan untuk tempat beristirahat sejenak.

Nah jika sobat semua sedang jalan-jalan di WBL patut dicoba untuk sekalian mampir di wisata Makam Sendang Duwur. Sekalian juga melihat produksi kain batik asli Sendang di rumah-rumah penduduk di area sekitar makam. 







7 komentar:

  1. saya sering ziarah ke Lamongan.
    tapi entah ke Makam Sendang Duwur ini sudah apa belum ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu ada d atas bukit mas, dan tempatnya memang terpencil, jadi jarang ada wisatawan. ramainya biasa sebelum dan sesudah Ramadhan. yang sering wisata di makam sunan Drajat.

      Hapus
  2. Wuah ... wajib dikunjungi nih. Save dulu ah .... makasih ya mbak

    BalasHapus