BLANTERORBITv102

    SEKTET

    Wednesday, October 2, 2019
    Tidak terasa sudah masuk mata pelajaran ke 4 ujian hari ini. Lelah dan suntuk sudah terasa. Sedikit mengantuk juga. Wajar menurutku. Karena duduk sambil mengawasi mereka mengerjakan ujian memang membuat bosan.

    Maunya sih sambil mengawasi sambil cari ide untuk tulisan hari ini. Tapi kok ya pas blank nggak ada ide. Apalagi memikirkan tugas nulis ulang cerita dongeng malah membuat pusing kepala.

    Jadiiii nulis lanjutan seri puisi saja kali yaaaa.

    Distikon, terzina, kuartet, dan Quint sudah, jadi kali ini aku bahas tentang puisi dengan 6 baris per baitnya. Namanya sektet. Jangan salah sebut sekte ya,anti dikira aliran agama yang nggak bener lagi. J

    Nah karena ada enam baris per bait, jadinya lebih susah dibikin. Tapi kalau mau berusaha pasti bisa kok.

    Di bawah ini aku beri contoh puisi sektet itu seperti apa. Cekidot....

    SUDAHLAH,

    Kaca kaca berserak
    Semestaku berombak
    Keras bibir teriak
    Dibising rindu terkoyak
    Pergi, jangan berjejak
    Sudahlah aku muak

    Berpuluh kalender berlalu
    Tak juga kau mau temu
    Untuk apa aku menunggu
    Di ujung bangku keretamu
    Hanya nama bagai sembilu
    Sudahlah aku jemu

    Di bilik resah menjura
    Apalah semua reka
    Seribu maafmu tak nyata
    Dibalut luka kau tera
    Biarkan aku tak ada
    Sudahlah, sudah

    Sudah ada bayangan mau buat puisinya?. Hayuk share di komentar ya. Pingin tahu nih se keren apa puisimu. J

    Author

    Marwita Oktaviana

    Blogger, Book lover, Writing Enthusiast, A friend of a many students