Halaman

Rabu, 02 Oktober 2019

SEKTET

Tidak terasa sudah masuk mata pelajaran ke 4 ujian hari ini. Lelah dan suntuk sudah terasa. Sedikit mengantuk juga. Wajar menurutku. Karena duduk sambil mengawasi mereka mengerjakan ujian memang membuat bosan.

Maunya sih sambil mengawasi sambil cari ide untuk tulisan hari ini. Tapi kok ya pas blank nggak ada ide. Apalagi memikirkan tugas nulis ulang cerita dongeng malah membuat pusing kepala.

Jadiiii nulis lanjutan seri puisi saja kali yaaaa.

Distikon, terzina, kuartet, dan Quint sudah, jadi kali ini aku bahas tentang puisi dengan 6 baris per baitnya. Namanya sektet. Jangan salah sebut sekte ya,anti dikira aliran agama yang nggak bener lagi. J

Nah karena ada enam baris per bait, jadinya lebih susah dibikin. Tapi kalau mau berusaha pasti bisa kok.

Di bawah ini aku beri contoh puisi sektet itu seperti apa. Cekidot....

SUDAHLAH,

Kaca kaca berserak
Semestaku berombak
Keras bibir teriak
Dibising rindu terkoyak
Pergi, jangan berjejak
Sudahlah aku muak

Berpuluh kalender berlalu
Tak juga kau mau temu
Untuk apa aku menunggu
Di ujung bangku keretamu
Hanya nama bagai sembilu
Sudahlah aku jemu

Di bilik resah menjura
Apalah semua reka
Seribu maafmu tak nyata
Dibalut luka kau tera
Biarkan aku tak ada
Sudahlah, sudah

Sudah ada bayangan mau buat puisinya?. Hayuk share di komentar ya. Pingin tahu nih se keren apa puisimu. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar