Senin, 15 Februari 2021

ENERGI TERBARUKAN: TANTANGAN DAN PELUANG

 

peluang-dan tantagan-energi-terbarukan
Isu-isu yang berkembang semacam global warming dan climate change beberapa dekade ini sukses menelurkan baik program maupun kebijakan pemerintah berkaitan dengan lingkungan. Indonesia sendiri telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karboh 26% hingga 41% pada tahun 2020 dan akan meningkat di tahun-tahun berikutnya. Salah satu yang gencar adalah mengurangi penggunaan energi fosil dan diganti dengan energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang bisa dikembangkan di Indonesia adalah energi terbarukan. 

Energi terbarukan atau energi berkelanjutan adalah energi yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan. Indonesia sendiri bisa dikatakan sebagai gudangnya energi terbarukan. Indonesia memegang 40% cadangan geothermal dunia atau setara dengan 27.000 MW. Selain itu peluang penggunaan hydro energy sangat besar yakni bisa mencapai 75.670 MW dan biomass sekitar 49.810 MW. Saat ini pemakaian energi alternatif di Indonesia baru mencapai 5%. Tentu saja pengembangan energi terbarukan cukup menjanjikan.

"Energi terbarukan atau energi berkelanjutan adalah energi yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan"

Sumber-sumber energi terbarukan

 Sumber energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan di Indonesia antara lain:

  1. Geothermal atau panas bumi

Geothermal adalah energi panas yang dihasilkan dan disimpan di dalam bumi. Energi ini berasal dari peluruhan radioaktif dan mineral (80%) dan energi hasil pembentukan planet (20%). Energi panas ini yang menentukan temperatur suatu benda. Selain kedua sumber di atas, panas bumi juga bisa berasal dari paparan sinar matahari secara langsung, namun prosentasinya kecil sekali. Energi panas bumi ini bisa dimanfaatkan sebagai:

  • Tenaga pembangkit listrik yang digunakan dalam bentuk listrik sebagai sumber energi berbagai perkakas.
  • Sebagai sumber panas yang dimanfaatkan dengan membangun instalasi pipa langsung ke perut bumi.

2.     Solar Cell atau energi surya

Solar Cell adalah energi yang dikumpulkan secara langsung dari paparan cahaya matahari menggunakan instalasi panel surya dan menghasilkan listrik sebagai produknya. Biasanya listrik yang dihasilkan disimpan dalam baterai karena paparan cahaya matahari tidak berlangsung sepanjang hari. 

   3.     Hydro Energy atau energi air

Energi air diambil dari massa air yang mengalir. Aliran air tersebut menggerakkan kincir dan turbin air dan mengubahnya menjadi energi mekanik dan listrik. Energi ini bisa dimanfaatkan dalam bentuk:

  • Bendungan pembangkit listrik
  • Mikrohidro

4.      Wind Energy atau energi angin

Angin dihasilkan dari tekanan udara yang berbeda akibat dari perbedaan temperatur pada dua tempat yang berbeda. Sejak dulu angin dimanfaatkan untuk menggerakkan kincir dan turbin angin. Turbin akan menghasilkan energi mekanik atau listrik yang bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan manusia. Tempat-tempat dengan tekanan angin yang tinggi dan konstan seperti di pantai atau dataran  tinggi sangat cocok dibangun ladang angin.

5.      dan Biomass

Biomass adalah sebuah istilah untuk menyebut senyawa organic yang berasal dari alam, seperti: tanaman budidaya, sampah organik, dan alga. Energi yang diambil dari biomass memiliki kualitas yenergi yang rendah. Namun demikian energy ini masih bisa dimanfaatkan sebagai sumber energy terbarukan.

surya-air-angin-biomassa-panasbumi


Perkembangan energi terbarukan

Perkembangan energi terbarukan saat ini sangat pesat. seluruh dunia seperti berlomba-lomba ingin menciptakan sebuah energi yang mampu menopang kebutuhan masyarakat dengan baik dan ramah lingkungan.

Peta perkembangan energi terbarukan dapat dilihat dari:

 

  1. China menyumbangkan investasi dan kapasitas terbesar pada energi terbarukan dan berniat membangun stasiun panel surya berbentuk panda.
  2. China memiliki pembangkit listrik tenaga air terbesar, pada tahun 2014 lalu bisa menghasilkan hingga 98,8 TW energy listrik.
  3. Itapu Dam mematahkan rekor Three Gorges Dam pada tahun 2016 dengan menghasilkan hingga 102,1 TW energi listrik. Itapu Dam terletak di perbatasan Brazil-Paraguay.
  4. Turbin Angin Onshore merupakan turbin angin terbesar di Eropa yang terletak di Rumania mampu menghasilkan energi listrik  sebesar 600MW
  5. Saudi Arabia pada tahun 2017 menghasilkan 500 MW listrik tenaga surya padahal Negara ini adalah negara penghasil bahan bakar fosil terbesar di dunia.
  6. Berdirinya pabrik manufaktur Tesla yang membidani pembuatan mobil listrik kedua terbesar setelah Aliansi Renault-Nissan.
  7. Charger listrik tersebar di penjuru Amerika. Lebih dari 800 stasiun dengan lebih dari 5000 charger dioperasikan untuk mengisi kembali daya mobil-mobil listrik tanpa perlu bingung mengisi bensin.
  8. Powerwall diprosuksi sebagai media penyimpanan listrik energy surya untuk rumah-rumah penduduk. Tesla sendiri berniat untuk mengakuisisi Solar City dengan harga fantastis.

Di Indonesia sendiri ada berbagai usaha yang dilakukan baik oleh pemerintah, pendidikan, maupun swasta dalam rangka menciptakan listrik dari energi terbarukan yang melimpah. Usaha-usaha tersebut meliputi:
  1. Pembangunan turbin angin di wilayah Indonesia timur oleh Lentera Langit yang diprakarsai Ricky Elson.
  2. Pembangunan unit mikrohidro di berbagai desa di Indonesia yang memiliki aliran sungai yang stabil, contohnya di desa Cinta Mekar - Subang - Jawa Barat.
  3. Penggunaan solar cell di berbagai daerah di Indonesia, misal di Pulau Mansinam-Papua Barat.
 Meski sudah banyak dilakukan pembangunan istalasi energi terbarukan tetapi hingga akhir 2020 Indonesia baru bisa menyuplai 9,15% dari kebutuhan listrik nasional. Target yang ingin dicapai adalah 25% kebutuhan listrik nasional di tahun 2025.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menggenjot pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Langkah-langkah itu bisa dibagi menjadi 3 cluster, antara lain:
  1. Organic development, merupakan pembangunan yang bersifat alami yang dilakukan oleh masyarakat atau swasta tanpa campur tangan pihak pemerintah. 
  2. Goverment effort, merupakan pembangunan yang dilakukan sebagai usaha pemerintah untuk menyuplai kebutuhan listrik nasional.
  3. Public private relationship, merupakan kolaborasi campurtangan antara pemerintah dan pihak swasta untuk bisa menyediakan akses alistrik ramah lingkungan untuk masyarakat.

Peluang energi terbarukan di Indonesia

Seperti disampaikan di atas Indonesia merupakan gudangnya energi terbarukan. Wilayah dengan kawasan laut yang besar dan memiliki jajaran gunung api serta iklim yang mendukung menjadikan seharusnya mudah bagi Indonesia untuk bisa swasembada energi listrik dari sumber terbarukan. Seperti juga diketahui energi fosil memiliki kelamahan tidak bisa diperbaharui dalam waktu yang singkat. Setelah dieksplorasi bertahun-tahun tentu saja cadangan energi fosil tersebut semakin berkurang dan mendekati habis.

Peluang bagi Indonesia sangat besar, hanya saja effort baik dari pemerintah maupun swasta masih sangat kurang. Jika saja bisa digarap dengan baik sektor pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan akan menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Hal ini akan secara simultan memutus rantai pengangguran yang meningkat setiap tahun di Indonesia.

Berkaitan dengan kesediaan Indonesia untuk mengurangi emisi karbon, penggunaan energi terbarukan juga dinilai relevan. Lingkungan akan lebih aman dan terjaga. Termasuk dapat meminimalisir semakin parahnya climate change di bumi. Permasalahn yang timbul akibat hal tersebut juga akan sekali tepuk dapat terselesaikan. Misalnya saja banjir dan tanah longsor.

Masalah yang mungkin timbul terkait energi terbarukan

  1. Ketersediaan. Salah satu masalah yang secara signifikan terjadi terkait dengan energi terbarukan adalah ketersediaan di alam. Misalnya saja energi angin yang kekuatannya bervariasi atau tidak konstan, energi matahari yang hanya ada saat siang hari, air yang bisa hilang ketika air surut (terjadi beberapa tahun lalu saat volume air di Bengawan Solo habis di beberapa daerah), atau biomassa yang memiliki masalah sama dengan dunia pertanian yaitu suhu, iklim, atau wabah.
  2. Konsentrasi. Masalah berikutnya adalah persebaran energi terbarukan yangtidak terkonsentrasi di satu titik, kecuali mungkin panas bumi, itupun kadang berada di area yang sangat sulit dijangkau. Angin misalnya, butuh Turbin yang sangat besar untuk bisa menangkap persebaran angin yang tidak bisa diprediksi.
  3. Jarak ke penerima. Indonesia dengan geografis yang beragam menimbulkan masalh baru dalam pendistribusian energi listrik. Untuk hal ini akan dibutuhkan investasi yang besar membangun transmisi dan teknologi pendistribusian.

Tantangan dalam mengembangkan energi terbarukan ke depan

Ada beberapa tantangan yang perlu diselesaikan agar pengembangan proyek energi terbarukan dapat berjalan dengan baik. Antara lain:
  1. Menyelesaikan permasalahan tumpang tindih menyangkut pemanfaatan lahan. Saat ini sering terjadi investor yang dibingungkan karena adanya pengalihan manfaat lahan yang tadinya untuk di eksplorasi menjadi kawasan hutan lindung, misalnya. Atau juga letak sumber panas bumi yang berada di kawasan hutan lindung. Untuk itu perlu dilakukan sinkronisasi antara kementrian ESDM yang mengeluarkan izin usaha dengan Kementrian Kehutanan yang memberikan status pada hutan.
  2. Adanya komitmen penuh dari pemerintah menyangkut Research and Development (R & D) pada usaha memaksimalkan penggunaan energi terbarukan untuk mengganti energi fosil. Saat ini anggaran Indonesia untuk R & D sangat kecil, berbeda dengan negara-negara maju lainnya. Pemerintah perlu meningkatkan kerjasama antara tiga pihak yakni Pemerintah, Swasta, dan pihak Universitas. APBN perlu ditingkatkan untuk menunjang penelitian yang dilakukan oleh akademisi di bidang energi terbarukan.
  3. Adanya komitmen politik. Biasanya isu tentang energi terbarukan akan santer terdengar saat ada kenaikan bahan bakar fosil. Saat isu tersebut menguap, yang terjadi pembicaraan tentang energi terbarukan pun ikut lenyap. Seluruh stakeholder perlu meningkatkan komitmen agar pengembangan energi terbarukan dapat berjalan terus tanpa terkait dengan isu-isu politik yang beredar.
Semoga di tahun-tahun mendatang semakin banyak yang aware akan pentingnya energi terbarukan bagi kelangsungan hidup manusia. Indonesia mampu menyokong kebutuhan listrik nasional dan mungkin bisa mengekspor hingga ke mancanegara. Saya yakin Indonesia sebagai gudangnya energi terbarukan akan mampu bangkit dan menjadi primadona dalam bidang ini. Semoga.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar