Sepertinya ada eror di mesinnya. Masih dengan memegangi kepala yang nyut-nyutan karena tidak sengaja menabrak sisi meja besar ketika mencoba berdiri, aku melangkah kesana kemari menjelajah ruangan tempatku mendarat mencoba memindai sedang dimana aku saat ini.
Tujuan utama mesin waktu sepertinya meleset. Padahal sudah beberapa bulan aku riset dan mencoba koordinat pendaratan agar tepat mendarat di tahun 1998. Tapi nampaknya ada eror yang luput dari deteksiku.
Dari jendela besar yang ada di sekeliling ruangan aku menyaksikan air bah dengan banyak sampah dan kayu gelondongan hanyut. Tidak mungkin ini tahun 1998. Tujuanku menggunakan mesin waktu untuk kembali ke masa lalu adalah mencoba memperbaiki kondisi alam agar bencana di tahun 2100 tidak terjadi.
Bayangkan hidup di bumi dengan kondisi cuaca amburadul. Banyak pulau dan kota hilang terendam air. Suhu panas yang mengakibatkan wabah merajalela. Banjir, longsor, gempa bumi sudah seperti makanan sehari-hari.
Kelaparan dan kekurangan sumber daya ekstrem membuat manusia saling berebut. Populasi manusia berkurang drastis akibat wabah dan bencana. Bumi sungguh sudah tidak layak ditinggali.
Ruangan tempatku mendarat sepertinya ada di lantai 3 atau 4 bangunan. Tidak terendam air tapi mengalami kerusakan cukup signifikan. Aku mencoba memindai pesawat, namun tampaknya dayanya tidak mencukupi. Gawat sekali.
Aku segera mencari pasokan listrik yang bisa digunakan untuk mengisi daya pesawat, bisa gawat kalau aku tidak bisa sampai di tahun 1998 dan terjebak di tahun ini.
Terlihat di sudut ruangan, di atas meja kecil ada perangkat dengan layar lebar, tapi terlihat kompatibel. Entah perangkat apa itu, di tahun 2100 nanti semua perangkat sudah berupa alat kecil yang bisa menampilkan hologram yang efektif dan efisien.
Perangkat itu pastilah terhubung ke aliran listrik. Benar saja ada colokan listrik di bawah panel meja, tapi aliran listriknya zero. Aduh kenapa lagi ini. Aku kembali menjelajah ruangan dan menemukan semacam panel listrik yang menempel di dinding luar ruangan. Aku coba otak atik dan untungnya satu bohlam di selasar tiba-tiba menyala.
Langsung aku berlari menuju perangkat yang ada di meja itu. Mencoba memindai bagaimana cara kerja perangkat itu. Aku harus mencari informasi sebanyak mungkin sedang ada dimana aku sekarang.
Melihat dari tampilan perangkat ini, sepertinya aku terlempar jauh ke depan tahun 1998. Meski masih terlihat besar dibanding teknologi di masaku, tapi terlihat anggun dan minimalis. Ternyata menghidupkannya mudah, hanya colok kabel dan tekan tombol power perangkat sudah menyala.
Sekitar satu jam sudah aku mencoba mencari tahu apapun dari perangkat kompatibel di depanku. Meski belum terbiasa tapi ternyata user friendly banget. Sambil nunggu mesin waktuku mengisi daya, sepertinya mencari tahu informasi sebanyak-banyaknya dimana aku saat ini bisa membunuh waktu.
Bertemu Asus V400 AiO, All in One PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja
Aku memang perempuan, tapi di zamanku aku adalah salah satu teknisi teknologi terbaru. Bersama temanku aku menciptakan mesin waktu yang menghabiskan waktu lebih dari 5 tahun. Ini perjalanan pertamaku, sekaligus tujuan utama kami menciptakan mesin waktu. Mungkin karena itu aku mudah memahami cara kerja perangkat di depanku ini.
Ternyata setelah terkoneksi listrik dan internet, aku baru tahu kalau aku tersasar di akhir tahun 2025. Kondisi sekitar yang dikeliingi air ini ternyata dampak banjir bandang yang terjadi di Pulau Sumatra. Aku tepat berada di Aceh, salah satu area yang terdampak parah banjir akibat penebangan hutan masiv tanpa memperhitungkan dampak lingkungan.
Sepertinya ini adalah salah satu ruangan kantor. Ada beberapa perangkat sejenis yang masih tegak berdiri di beberapa meja. Nampaknya ini adalah perangkat favorit yang banyak digunakan. Dari penelusuran internet, aku tahu nama perangkat ini, yaitu ASUS V400 AiO, perangkat PC All in One yang tidak makan tempat tapi layarnya lega. Nyaman banget memang pakainya.
Menurutku PC ini sangat cocok digunakan untuk para pekerja remote, keluarga modern, sampai para konten kreator ringan. Sepertinya di tahun-tahun ini AI sudah mulai meramaikan teknologi. Jadi kemungkinan besar masyarakat sudah mulai condong bekerja di bidang teknologi dan AI.
Setelah beberapa artikel kubaca nampaknya perangkat ini memang viral dan menjadi pilihan banyak orang. ASUS V400 AiO ini punya semacam senjata rahasia yang nggak dimiliki oleh kompetitornya. Pasti desainer perangkat ini sudah riset dan memikirkan detail dengan sangat baik. Product life cycle nya juga nampaknya menjadi fokus dalam pembuatan PC AiO ini sehingga menghasilkan produk teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.
Dirilis sekitar tahun 2024 sampai 2025, ASUS V400 AiO Series ini menjawab kebutuhan masyarakat yang saat itu butuh perangkat dengan layar lebih lebar dari komputer jinjing, namun efisien dan minimalis tanpa ribet. Perangkat yang sekali colok bisa langsung nyala dan siap digunakan. Masyarakat sudah malas berkubang dengan kabel-kabel dan protokol yang njlimet.
Apa Yang Bikin ASUS V400 Series Digandrungi Banyak Orang?
Bagiku ASUS V400 Aio Series ini cerdas, sangat bisa mendominasi kelas PC AiO di zaman itu dan membuat kompetitornya seperti ketinggalan zaman. Ini dia beberapa detail senjata rahasia yang kumaksud, yang tidak diperhitungkan oleh kompetitor.
"ASUS V400 Series, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja".
RAM besar hingga 64 GB DDR 5.
Sebagai manusia dari masa depan, aku notice pertama kali di kapasitas memori. Memang sih kapasitas 64 GB di zamanku itu kecil banget, tapi di tahun 2025 ini dengan RAM segitu bisa banget buat multitasking dengan brutal. Untuk kelas AiO RAM segitu sudah luar biasa besarnya.
Nah sebagai teknisi aku tahu banget dengan RAM segede itu bakal enak banget dipakainya. Buat apa? nih ya, mau buka tab browser ratusan oke, sambil desain di aplikasi grafis kayak apa itu namanya Adobe sekian-sekian kalau nggak salah, sambil setel musik di Spotify? (lihat sekilas tadi di browser tentang aplikasi) masih oke nggak ada tuh kata lemot atau lag.
Mau edit video kisaran 4K plus rendering desain 3D atau 4D lancar jaya, pasti mereka-mereka para konten kreator seneng banget pakai ini. Dan lagi nih ternyata Future-proff, gini future-proof itu semacam rangkaian fitur dan spesifikasi ASUS V400 Series yang memastikan perangkat bisa digunakan secara relevan, kencang, dan fungsional beberapa tahun ke depan. Dengan RAM 64 GB, dijamin PC akan tetap berperforma kencang dan relevan hingga 5 tahun ke depan. Meski nih aku tahu banget semakin tahun aplikasi-aplikasi yang diciptakan akan makin makan memori.
Port keren HDMI-in yang menjadikan layar ajaib.
Hal kedua yang aku notice itu ada di port, sebenernya aku nggak begitu kenal dengan port-port yang ada di ASUS V400 AiO ini, tapi setelah berselancar aku tahu ini salah satu port yang banyak luput di kompetitor. PC ini punya port HDMI-in. Artinya PC ini bisa juga difungsikan sebagai layar eksternal. Misal punya perangkat lain yang layarnya kekecilan, bisa banget disambungkan ke port HDMI-in di PC ini dan menikmati layar yang lebih besar dan jernih. Main game kayak PS5 bakal nyaman banget dan seru. Mau nonton streaming film-film terbaru juga nggak kalah sama nonton di bioskop.
Jadi nih mereka yang beli ASUS V400 AiO ini kayak nggak cuma beli PC, tapi juga kayak jackot dapat monitor dengan kualitas super sepaket. Investasi jangka panjang banget menurutku.
Paket AI bawaan yang cerdas luar biasa untuk kerja remote dan meeting online.
Sepertinya tahun 2025 itu kerja mode hybrid sedang booming. Bahkan sudah banyak orang yang kerja remote. Juga pada tahun-tahun itu terjadi ledakan awal AI generatif. Itu sebabnya di tahun ini perangkat harus punya kualitas video call yang ciamik. ASUS V400 AiO Series ternyata sudah pakai fitur AI cerdas yang terintegrasi. Padahal menurut artikel-artikel yang kubaca, fitur semacam ini sering missed di PC lain, karena kebanyakan ditanam di komputer jinjing yang premium.
Ada 2 AI yang bikin kualitas video call di ASUS V400 AiO Series ini jadi keren, yaitu:
- AI Camera yang bikin pencahayaan diatur secara otomatis dan bikin blur background saat meeting online. Jadi pekerja remote nggak khawatir tentang tempat meeting nya bakal seperti apa karen akan di-bokeh oleh AI. Nggak perlu pakai fitur yang ada di Zoom pun pengguna bisa santai, karena sampai tatapan mata juga dilacak agar bisa tetap kelihatan fokus. Canggih banget lah ini.
- AI noise cancellation. Pakai fitur AI ini suara-suara berisik di sekitar bisa diredam dan bikin meeting online jadi terdengar super jernih dan profesional. Sudah kayak tatap muka langsung.
Nah selain 3 rahasia tersembunyi yang aku temukan di atas, nyatanya memang ASUS V400 AiO Series ini juga punya spesifikasi lain yang bikin aku kepincut. Padahal ini teknologi kalau di jamanku sudah usang banget. Habis enak sih, gampang digunakan. Ini beberapa spesifikasi yang nggak kalah keren di ASUS V400 AiO Series.
Ketika teknologi menyamar sebagai furnitur keren yang estetik
Dalam pandanganku, desainer ASUS punya ketajaman analisis dan imajinasi tinggi. ASUS V400 AiO Series yang hadir dalam dua model yaitu V440 dengan ukuran layar 24 inchi dan V470 dengan ukuran layar 27 inchi yang juga punya opsi touch dan non touch pada layar ini dirancang tidak hanya sebagai alat perangkat teknologi tetapi juga sebagai bagian dari dekorasi interior yang cantik dan elegan.
Mungkin ini disesuaikan dengan ruangan di kota-kota besar yang semakin sempit dan minimalis, memaksa pengguna mahir melakukan efisiensi ruang.
AiO PC ini dirancang ramping dengan ketebalan hanya 36,5 mm dan tinggi bezel nyaris nol, hanya 15,6 mm. Sasis baru ini lebih tipis 25% dari desain sebelumnya dengan bezel 38% lebih kecil. Layarnya memakai teknologi Full HD dengan sudut pandang mencapai 178° sehingga ada sensasi memandang layar yang melayang. Sudah dilengkapi teknologi ASUS Splendid untuk warna yang hidup dan terlihat nyata dengan. Punya akurasi warna RGB 100 % membuat para desainer grafis, fotografer dan pekerja seni berbondong-bondong menggunakan perangkat ini karena bisa dapat kualitas layar kelas profesional dalam satu paket yang "ramah kantong".
Desain yang berfokus pada "cutting" kabel-kabel berantakan dan menyatukan semua processing power di balik panel layar menjadikan ASUS V400 AiO Series sebagai perangkat "desain interior" yang cantik namun gahar. Penyanga berbentuk "V" bagiku juga terlihat sangat ikonik dan estetik sekali, menawarkan tampilan yang anggun namun tetap stabil.
Konektivitas tak berbatas
Ketika aku melihat belakang monitor, ternyata ada banyak port-port yang bisa digunakan untuk menunjang konektivitas ASUS V400 AiO Series dengan periferal maupun perangkat eksternal yang dibutuhkan. Yaaaa memang sih konektivitas di era digital saat itu memang sangat dibutuhkan untuk fleksibilitas pekerjaan harian dan hiburan. Apalagi ada dukungan Wi-Fi 6E dan Wi-Fi 7 yang memastikan pengguna tidak mengalami kendala berinteraksi di dunia digital.
Ada port HDMI-In yang sudah aku jelaskan di atas yang bisa dipakai untuk menyediakan layar sebagai monitor eksternal, juga ada HDMI-out untuk menghubungkan dengan monitor atau proyektor tambahan bagi pengguna yang dituntut kerja multitasking.
Transfer data secara cepat juga memungkinkan berkat adanya port USB 3.2 Gen 1 Type A yang digunakan untuk koneksi pada perangkat lama, USB-C, konektor modern baik untuk pengisian daya, transfer data maupun display, dan Slot SD dan MicroSD untuk kebutuhan pembacaan langsung kartu memori dari perangkat.
Lengkap dan sangat mudah dikoneksikan. Btw aku juga pakai USB-C untuk transfer data ke kartu memori yang aku bawa dari masa depan. Kartu itu aku temukan diantara barang-barang kakek buyutku. Jadi aku buat perangkat yang mampu membaca kartu itu di masa depan.
Performa gacor parah
Awalnya aku juga skeptis dengan perangkat di depanku ini. Bentuknya cenderung "kecil" di masanya. Pasti performanya lemah, hanya tampilannya saja yang keren. Tapi ternyata aku tertampar gaess, kenceng banget ih. Kok bisa??? ini nih alasannya.
ASUS V400 AiO Series ini ditenagai otak hingga Intel® Core™ i7 Generasi ke-13 Seri H. Huruf H menandakan high-performance yang nawarin kinerja stabil dan responsif untuk beragam aplikasi. Tandem dengan RAM yang bisa di upgrade hingga 64 GB bisa banget buat multitasking yang lancar tanpa lemot, dar der dor dan sat set.
Prosesor dengan tenaga kuda diatas butuh banget manajemen panas yang oke, jadi di perangkat ini juga ditanam sistem pendingin efisien yang bekerja dalam senyap tanpa berisik memastikan suhu perangkat tetap terjaga tanpa bising suara kipas yang mengganggu.
Dia juga pakai SSD M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 yang punya kapasitas sampai 1 TB (dapat ditingkatkan hingga 2 TB) bikin booting sistem dan waktu muat aplikasi meningkat, jadinya lebih responsif dibandingkan hard drive lama.
Kesehatan mata terjaga
Ada nih detail kecil yang mungkin luput dari kompetitor, yaitu fokus ASUS V400 AiO Series pada kesehatan mata pengguna. Ya...di tahun-tahun ini screen time masyarakat tinggi sekali, banyak yang abai pada kesehatan mata dan menyebabkan mata mereka mengalami komplikasi serius akibat screen time yang tidak dijaga.
Menjawab permasalahan tersebut, ASUS V400 AiO Series punya sertifikasi TÜV Rheinland Eye Care, yang menjamin tingkat blue light yang dipancarkan rendah dan flicker-free. Mau kerja berjam-jam di depan layar mata tetap aman dan nyaman.
Apalagi ada fitur Anti-Glare pada layar, yaitu lapisan anti silau yang efektif mengurangi pantulan cahaya dari lingkungan sekitar. Ini juga memastikan kenyamanan visual dan mengurangi kelelahan mata.
Fitur keamanan mumpuni di era yang semuanya terhubung
Aku jadi notice PC ini punya tingkat keamanan tinggi. Jadi ceritanya biar agak enakan, mau aku pindah PC nya ke meja dekat aku charge mesin waktuku, eh ternya ta nggak bisa dipindahkan gess. Kayak PC nya emang sengaja dikundi di meja tempanya itu. Lalu aku jadi cari info lagi, kok bisa gitu.
Ternyata ASUS V400 AiO Series ini punya fitur keamanan fisik dan digital biar aman dari gangguan yang mungkin timbul di era serba terkoneksi ini.
Fitur untuk keamanan fisiknya, ada:
Slot kunci Kensington Nano, yang dipakai buat mengunci PC ke meja atau tembok atau objek diam dan tetap lainnya untuk mencegah pencurian fisik di lokasi tanpa pengawasan yang intens, misalnya di kantor atau ruang publik.
Rana Privasi (Privacy Shutter), beberapa model ASUS V400 juga include rana privasi pada kamera dengan memberi lapisan pelindung fisik tambahan.
Rectangable Camera, atau kamera yang bisa ditarik. Ini fitur buat sembunyiin kamera secara manual ke dalam sasis komputer saat tidak dipakai. Pastinya ini bisa jadi perlindungan privasi dari peretasan visual oleh hacker.
Fitur untuk keamanan digitalnya, ada:Koneksi Wi-Fi aman, karena ASUS V400 AiO Series pakai standar Wi-Fi terbaru yang ada protokol keamanan untuk koneksi nirkabel, jadi bisa minimalisasi resiko intrusi jaringan.
Trusted Platform Module (TPM) 2.0, ini semacam chip keamanan yang terintegrasi di ASUS V400 AiO Series dimana berfungsi nyimpan kata sandi dan kunci enkripsi yang aman. Jadi data penting dan kredensial di dalam PC akan lebih aman dan sulit diakses oleh hacker.
Perlindungan kata sandi HDD dan BIOS, ada opsi untuk mengaktifkan fitur perlindungan kata sandi saat booting BIOS dan untuk HDD. Ini adalah lapisan keamanan untuk firmware dan penyimpanan data.
Perlindungan software, meskipun ini juga opsional dan bergantung pada paket software yang diinstal. Misalnya seperti ASUS AiProtection yang menyediakan perlindungan tingkat jaringan dan update otomatis, juga bisa blokir situs berbahaya dan melindungi seluruh ekosistem jaringan dari gangguan cyber.
Tandem fitur-fitur keamanan di ASUS V400 AiO Series ini pastinya ngasih keamanan yang komprehensif bagi pengguna. Ancaman fisik dan digital dilibas tanpa ampun pokoknya. Keren banget kan?
Investasi jangka panjang dan layanan purna jual
Nampaknya ASUS V400 AiO Series yang menurut pendapatku jadi The Most Aesthetic Workstasion ini bisa jadi investasi jangka panjang karena kombinasi paket yang ciamik. Performa gahar, desain futuristik, fleksibilitas tinggi dan mudah di-upgrade.
Kita bisa dengan mudah upgrade RAM dan storage karena ada slot RAM tambahan. Karena kebutuhan teknologi dengan spesifikasi tinggi tahun-tahun ini sangat tinggi, jadi developer menyediakan opsi penting yang tidak semua AiO lain kasih. Biasanya AiO sudah didesain fix dan tersegel rapat untuk spesifikasinya. Padahal nih semakin tahun kebutuhan teknologi semakin meningkat kecanggihannya.
Dengan kemudahan upgrade maka PC yang digunakan bisa tetap relevan di tahun-tahun ke depan.
Uniknya, PC ASUS V400 AiO Series ini dilengkapi dengan garansi resmi 2 tahun on-site service yang fleksibel, maksudnya kita bisa minta kunjungan teknisi langsung ke lokasi perangkat atau bawa PC langsung ke ASUS Service Center terdekat. Termasuk di dalamnya ada accidental damage protection (ADP) yang ngasih perlidungan optimal untuk kerusakan pada perangkat.
Karena penasaran aku juga sempat cek marketplace cari tahu harga dan dimana bisa beli PC ini. Ternyata nggak perlu ke konter, lewat online pun bisa dan terpercaya. Nanti aku mau coba cek cara beli di ASUS Online Store Indonesia, Shopee, dan Tokopedia. Tiga marketplace teratas yang muncul di jendela browserku. Nama-namanya unik juga sih wkwkwk. Mau beli 1 nanti kubawa pulang ke tahun 2100 buat koleksi.
Melanjutkan perjalanan, lalu kembali pulang
Tit......tit....tit....suara lirih itu mengembalikan kesadaranku. Reflek kepalaku menoleh ke arah mesin waktu. Nampaknya pengisian daya sudah selesai, cukup lama juga butuh waktu sampai 3 jam.
"Kamu siapa?". Tiba-tiba ada sesosok laki-laki masuk lewat celah jendela pecah di sudut ruang.
"Oh, aku relawan, tadi aku masuk dari atas untuk menyisir apa masih ada orang tertinggal di gedung ini. Nampaknya nihil. Setelah ini aku akan konfirmasi agar dilakukan penjemputan". Jawabku berbohong.
Aduh jantungku hampir copot saking kagetnya. Untung mesin waktuku sudah aku mode transparan.
"Kamu datang pakai helikopter beberapa jam yang lalu?. Baiklah kalau begitu aku duluan, sebaiknya aku cek gedung lainnya". Dia langsung berlalu menaiki boat yang diparkir sembarangan di dekat jendela.
Aku bisa bernafas lega sekarang. Tapi aku jadi bingung mesti ngapain dulu. Agar tidak ada kecurigaan lagi langsung kukoneksikan mesin waktu dengan PC yang kupakai tadi untuk memindai data. Dan memetakan lagi koordinat yang tepat untuk datang ke tahun 1998 sesuai tujuan awal.
Ternyata kerusakan alam sudah terjadi dan buruk sekali di tahun ini. Pemanasan global memicu semuanya. Aku harus segera sampai di tahun 1998 dan mencoba memperbaiki apa yang aku bisa.
Sementara pengalamanku singgah di tahun 2025 ini akan kujadikan referensi untuk tindakan-tindakan yang perlu dilakukan nanti. Semoga ada keajaiban dan manusia mau sedikit berfikir untuk kembali berteman dengan alam agar bumi masih bisa ditinggali hingga ratusan tahun ke depan. Selamat tinggal tahun 2025, nanti aku akan kembali lagi kesini mengambil pesanan ASUS V400 AiO Series yang kupesan di marketplace tadi.
Aku banyak berharap semoga dikepulanganku ke tahun 2100 nanti tempat tinggalku bukan lagi bumi yang sekarat, tetapi bumi yang hijau dengan banyak pohon. Manusia dan makhluk hidup bisa tinggal dengan nyaman dan saling membantu.
Juga aku berharap mulai di tahun 2025 ini ada yang aware dengan AI, agar bisa membuat kebijakan untuk memonitor dan membatasi AI agar tidak terjadi ledakan AI yang justru mengancam hidup manusia seperti di jamanku. Kecerdasan robot ini memang menguntungkan, namun di tahap tertentu mereka sudah mampu berfikir dan bertindak sendiri dan mulai bisa memanipulasi manusia untuk betindak atas kebutuhan mereka. Sangat mengerikan.
Aku tidak pernah menyangka tersasar di tahun 2025 justru mempertemukanku dengan ASUS V400 AiO Series. Sesuatu yang "menyenangkan" di tengah kekalutanku akan eror mesin dan bencana yang sedang terjadi.
Minimalis, multitasking banget, minim kabel. Di tengah kekalutanku saja PC ini bisa jadi pengisi waktu yang oke banget, apalagi di meja kerja yang nyaman dan damai. Aku ingin memberi pesan sebelum melanjutkan perjalanan: "beli dan miliki PC ini sesegera mungkin!". Aku sangat yakin kalian akan menyesal ketika tahu di tahun 2100 nanti PC ini akan jadi barang antik yang diperebutkan di lelang-lelang.
Selamat tinggal tahun 2025, semoga aku bisa kembali segera.
Spesifikasi ASUS V400 Series
| Spesifikasi | ASUS V400 AiO – 23,8″ (V440) | ASUS V400 AiO – 27″ (V470) |
|---|---|---|
| Layar | 23,8″ FHD (1920×1080), IPS, LED Backlit, Anti-glare, 250 nits, 100% sRGB, rasio screen-to-body 93 % | 27″ FHD (1920×1080), IPS, LED Backlit, Anti-glare, 300 nits, 100% sRGB, rasio screen-to-body 93 % (Asus) |
| Touchscreen | Opsional (ada versi non-touch & touch) | Ada opsi touch screen |
| Sistem Operasi | Windows 11 Home (dan opsi Pro) | Windows 11 Home (dan opsi Pro) |
| Processor (CPU) | Intel® Core™ i3 / i5-13420H / i7-13620H (beberapa varian SKU) | Intel® Core™ i5-13420H / i7-13620H (pilihan SKU) |
| Graphics (GPU) | Intel® UHD Graphics | Intel® UHD Graphics |
| Memory (RAM) | 8 GB / 16 GB / 32 GB DDR5 SO-DIMM, up to 32 GB | 16 GB DDR5 SO-DIMM (up to 32 GB) |
| Storage | 256 GB / 512 GB / 1 TB / Dual SSD (pilihan SKU, M.2 NVMe PCIe® 4.0) | 256 GB / 512 GB / 1 TB / Dual SSD (pilihan SKU, M.2 NVMe PCIe® 4.0) |
| Kamera | 1080p FHD camera dengan IR (Windows Hello) | 1080p FHD camera dengan IR (Windows Hello) |
| Audio | Built-in speakers + array microphone | Built-in speakers + array microphone |
| Wireless & Network | Wi-Fi 6E (802.11ax) + Bluetooth 5.x | Wi-Fi 6E (802.11ax) + Bluetooth 5.4 |
| I/O – Side | 1× Kensington lock, 1× 3.5 mm combo audio, 1× USB 2.0 Type-A | 1× Kensington lock, 1× 3.5 mm combo audio, 1× USB 2.0 Type-A |
| I/O – Rear | 1× DC-in, 1× RJ45 Ethernet, 1× HDMI out 1.4, 3× USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1× USB 3.2 Gen 1 Type-C, 1× HDMI in 1.4 | 1× DC-in, 1× RJ45 Ethernet, 1× HDMI out 1.4, 3× USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1× USB 3.2 Gen 1 Type-C, 1× HDMI in 1.4 |
| Dimensi (W×D×H) | ≈54.1 × 41.6 × 17–210 mm; ± 6.9 kg (Tech Edition) | ≈61.3 × 44.7 × 17–210 mm; ± 9.0 kg (Tech Edition) |
| Rasio Screen-to-Body | 93 % | 93 % |
| Brightness | 250 nits | 300 nits |
| Color Gamut | 100% sRGB | 100% sRGB |
| Harga acuan (ID) | ± Rp 11 jutaan | ± Rp 14 jutaan |
| Link Pembelian | Website Resmi ASUS | Website Resmi ASUS |
| Garansi | – Garansi resmi ASUS 2 tahun on site – Opsi Accidental Damage Protection – Teknisi bisa datang ke lokasi atau servis di ASUS Service Center | |
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog "ASUS V400 Series, The Most Aesthetic Workstation!" yang diadakan oleh Travelerien.
Referensi:
https://id.store.asus.com/90pt03w1-m01460-v470vat-i7u7w6w-hm.html
https://www.pocket-lint.com/asus-v400-all-in-one-desktop-pc-imac-competitor/
.jpeg)

.jpg)



.png)
.png)


0 comments