Halaman

Jumat, 04 Oktober 2019

AKU DAN KOPI

Pagi ini cukup istimewa buatku. Setelah semalam ribet di rumah sakit untuk mengantar adik yang mau melahirkan, capek hilang setelah menghirup aroma kopi yang baru diseduh. Kopinya bukan robusta seperti biasanya tapi arabica. Alhamdulillah dapat kiriman satu kantong kresek kopi arabica mentah masih sama kulitnya dari besan Jepara. Waktu dapat excited banget dong tentunya. Sudah lama nggak nyeruput kopi arabica.

Kopi mentah itu aku pisahkan biji dan kulitnya, lalu aku jemur sebentar sebelum disangrai. Untungnya masih di desa, jadi kopinya disangrai di wajan tanah di atas tungku kayu bakar. Meskipun ribet tapi dengan menyangrai di tungku kayu bakar menurutku akan menambah aroma kopi semakin memikat. Perpaduan kopi dan aroma kayu bakar memang ciamik.

Jangan bayangkan kopi itu akan kuhaluskan dengan blender atau coffe maker, aku menyukai yang manual, jadi kopinya dihancurkan pakai lumpang besi dengan tenaga lengan yang semakin lama semakin membesar saja. J

Memakai lumpang besi itu seni dalam menghancurkan kopi, karena kopi yang di dapat bukan berupa serbuk halus, tapi masih ada potongan-potongan kopi kecil yang kalau diseduh akan mengambang di atas. Biasanya kalau orang Jawa bilang itu menambah rasa dari wedang kopi. Habis nyeruput lalu disisil potongan kopinya. Rasanya gurih pahit dan nikmat.

Biasanya masyarakat Indonesia lebih menyukai kopi robusta dibanding dengan arabica. Karena kopi robusta lebih pekat dan pahit karena kandungan kafeinnya yang lebih tinggi. Juga karena kopi robusta lebih mudah dijumpai di pasaran karena ditanam di dataran rendah dan cepat berkembang. Untuk rasa kopi robusta cenderung konstan, hanya ada rasa aftertaste seperti rasa kacang-kacangan.

Sedangkan kopi arabica kandungan kafeinnya lebih sedikit, kadang terasa ada manisnya sedikit jika diseduh tanpa gula. Dibanding robusta, arabica menurtku memiliki lebih banyak rasa. Selain pahit, ada sensasi asam saat menyesap dan terkadang memiliki aftertaste seperti buah-buahan. Aromanya juga enak sekali karena ada aroma seperti nangka yang terhirup. Tapi karena arabica memiliki kadar asam yang tinggi biasanya mereka yang memiliki masalah lambung tidak bisa meminumnya. Alhamdulillah aku termasuk yang dianugerahi lambung tahan banting. Dimasuki apa saja oke.

Kalian lebih suka yang mana?, kalau aku sih dua duanya suka, tapi selalu rindu dengan arabica karena jarang bisa dapatnya. Yang penting setiap pagi ada secangkir kopi untuk disesap sebagai sarapan sudah cukup buatku. Aroma kopi dan rasanya yang kaya membuatku bisa menjalani sisa hari dengan kondisi tubuh lebih baik. Sebab kalau pagi belum tersentuh kopi rasanya badan agak oleng, dan malas ngapa-ngapain. Jadi sudahkah kalian ngopi hari ini?

3 komentar:

  1. Penikmat kopi, waktu kecil suka disuruh untuk menumbuknya, aroma yang khas menyegarkan, tapi untuk meminumnya lah terasa pahit aku kurang suka

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. aku termasuk perempuan penikmat kopi kak, sedari kecil, salam kenal juga dari kota adelaide

      Hapus