Halaman

Rabu, 23 Oktober 2019

MERINDU HUJAN

Berpendar ribuan kunang-kunang, mengakumulasi kenangan-kenangan. Berpendar bias-bias kerinduan, mengalunkan debaran. Sejumput memori terlepas dalam diam. Kembali menorehkan kelam.

Gemulai tarian ilalang-ilalang, memanggil bisikan. Gemulai jejak-jejak tapak, mencetak detak. Semusim kemarau mencandu basah. Diantara angin berderap-derap lengah.

Ranting-ranting kosong, mengeraskan kepompong. Daun-daun kering mematikan impian. Pujian-pujian didendangkan dalam kelam. Mengharap hujan datang bertandang.

Sungguh musim melemahkan tatanan. Bunga-bunga kering memupuskan harapan.

Aku yang setengah almanak memohon hujan. Membasah dalam airmata yang berbasuh sedan.

3 komentar: