Halaman

Jumat, 19 Februari 2021

GREEN JOBS, DIGITALISASI INDUSTRI PERTANIAN

Peluang-kerja-anak-muda-lewat-Green-Jobs

Kita semua tahu bencana datang silih berganti di tahun 2020 kemarin. Banjir, tanah longsor, gunung meletus, kebakaran hutan, dan gelombang panas terjadi berbarengan dengan pandemi. Dampak climate change dan global warming yang dirasakan seluruh penjuru bumi telah memunculkan kekhawatiran. Kebijakan dan program-program baik dari pemerintah maupun swasta bermunculan seperti jamur di musim hujan. Segala macam yang berbau "green" seperti green city, green development, green plastic bag, dan green-green yang lain menjadi primadona. Tren inilah yang akhirnya memunculkan istilah green jobs.

Kenapa kemudian istilah itu muncul, secara tidak langsung adalah karena euforia kesadaran manusia untuk mulai menjadikan bumi lebih bersih. Lingkungan yang sudah rusak ternyata berakibat langsung pada segala lini kehidupan manusia. Akhirnya kita berpikir apa jadinya bumi 20-30 tahun mendatang.

Isi bumi sudah sejak lama dikeruk dan dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Polusi sebagai residu industri sudah memenuhi atmosfer dengan zat-zat beracun semacam karbondioksida yang memunculkan efek rumah kaca dan meningkatnya suhu bumi belakangan ini. Lalu apa yang nanti tersisa untuk kita? Masihkah kita bisa bertahan?

Istilah green jobs sendiri mungkin masih awam dan belum banyak dimunculkan baik melalui media cetak maupun online. Apa sebenarnya green jobs itu?

Apa sih green jobs itu?

Menurut International Labour Organization (ILO), green jobs adalah pekerjaan yang layak dan ramah lingkungan. Green jobs  sendiri telah menjadi lambang perekonomian dan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan melestarikan lingkungan untuk generasi saat ini maupun mendatang. Green jobs dinilai sebagai sebuah langkah awal perbaikan kondisi lingkungan.

"Green Jobs adalah pekerjaan layak dan ramah lingkungan"

Ada beberapa organisasi yang turut mendukung gerakan dan kampanye ini, salah satunya adalah Coaction Indonesia yang gencar mempromosikan hal-hal terkait, seperti edukasi masyarakat melalui media sosial, mengangkat cerita pemanfaatan energi terbarukan di beberapa daerah yang bisa menjadi pilot project di daerah lain, dan juga memberikan dukungan pada perusahaan dan komunitas yang melaksanakan partisipasi pada pekerjaan ramah lingkungan.

Alasan mengapa harus green jobs

Green jobs didasari oleh kekhawatiran masyarakat akan keberlangsungan hidup manusia ke depan terkait dengan semakin menurunnya kualitas lingkungan dan semakin menipisnya sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan.

Tujuannya sendiri jelas yang paling utama adalah menjaga kelangsungan hidup manusia dengan cara memperbaiki kualitas lingkungan untuk meminimalisasi terjadinya bencana dan kerusakan yang lebih besar.

Lingkungan yang bersih untuk Indonesia sehingga masyarakat tidak perlu cemas memandang masa depan. Peran anak muda yang paling mudah adalah dengan menyediakan akses informasi melalui media sosial terkait isu-isu yang muncul dan bagaimana cara penanggulangannya.

Pekerjaan apa saja yang masuk dalam kategori green jobs?

Pada tahun 2008 Croston melakukan sebuah list yang mengkategorikan pekerjaan-pekerjaan yang termasuk "green". Saat ini mungkin lebih dari 75 jenis pekerjaan yang masuk dalam kategori green jobs. Pekerjaan-pekerjaan tersebut berupa pengembangan energi alternatif dari energi terbarukan, pertanian organik, pengolahan air dan limbah, green architecture, green industri, dan lainnya. Indonesia sendiri hampir memiliki semua potensi untuk mengembangkan seluruh pekerjaan yang terdapat dalam list Croston. Dengan potensi tersebut peluang Indonesia sangat besar terkait dengan green jobs.

Macam-macam pekerjaan green jobs



Apa saja peluang green jobs yang bisa kita ambil. Coaction Indonesia sudah mengadakan talk show mengenai peluang kerja yang bisa dimaksimalkan oleh anak muda. Videonya bisa diakses melalui web coaction Indonesia di https://www.coaction.id/

Peluang green jobs di Indonesia

Seperti yang sudah saya paparkan di artikel mengenai energi terbarukan Indonesia merupakan gudangnya energi terbarukan. Lebih dari 40% potensi geotermal dunia terletak di Indonesia, belum lagi energi-energi lain yang melimpah. Dari sektor ini saja peluang kerja yang sangat besar menanti. Belum lagi di sektor-sektor lain seperti pertanian, pengolahan limbah, industri ramah lingkungan dan yang lainnya akan menambah jumlah pekerjaan yang bisa dipilih oleh anak-anak muda.

Saat ini yang sangat diperlukan adalah merubah persepsi anak muda untuk mau dan bisa melihat peluang-peluang yang tersebar di berbagai sektor tersebut sebagai mata pencaharian. Kesan ingin nyaman dengan kerja kantoran perlu diperbaharui karena banyak sektor-sektor wiraswasta yang melambai-lambai ingin dipinang juga.

Anak-anak muda yang kreatif dan berpandangan ke depan akan membantu Indonesia memenuhi target-target terkait lingkungan seperti pengurangan emisi karbon dan suplai energi listrik dari energi terbarukan. Indonesia bersih akan memberikan dampak positif terhadap pembaharuan kondisi lingkungan dan perkembangan hidup masyarakat.

Digitalisasi industri pertanian : green jobs di bidang ketahanan pangan

Pertanian masih menjadi salah satu sektor paling krusial di Indonesia. Ketahanan pangan nasional tentu saja bergantung dari seberapa besar produk pertanian mampu memberikan sumbangsih terhadap kebutuhan pangan nasional.

Kita tahu bahwa sampai saat ini pertanian masih dipegang oleh masyarakat menengah ke bawah dengan sistem manual, baik saat penyiapan benih, penanaman, hingga panen. Para pelaku dunia pertanian pun masih dipegang masyarakat berumur di atas 45 tahun. Bagaimana mereka mengolah lahan masih mempertahankan tradisi yang mereka lihat dari generasi sebelumnya. Hasil yang di dapat juga masih minimal. 

Keengganan generasi muda masuk secara aktif di bidang pertanian menjadi salah satu kendala berkembangnya sektor ini sebagai lumbung pekerjaan dan lumbung pendapatan nasional. Sampai saat ini lulusan bidang pertanian hanya sedikit sekali yang mau terjun sesuai bidang yang mereka ambil. Yang lain justru lebih suka mengambil pekerjaan di bidang yang lain. Hal ini sempat disindir oleh presiden Jokowi dalam salah satu pidato beliau.

Padahal Indonesia sangat berpeluang berkembang di bidang ini. Iklim sesuai untuk bercocok tanam dengan sebaran geografis yang bermacam-macam mampu untuk memaksimalkan bidang pertanian agar menjadi primadona.

Industri pertanian atau agroindustri sendiri merupakan kegiatan memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan untuk hal tersebut. Industri pertanian meliputi:
  1. Industri pengolahan hasil pertanian (IPHP). Industri ini meliputi tanaman pangan (bahan pangan kaya karbohidrat, palawija dan holtikultura), tanaman perkebunan (kopi, teh, karet, dll), tanaman hasil hutan (kayu dan non kayu), perikanan (penyimpanan ikan, pengolahan, pengalengan, dan hasil samping ikan dan laut), dan peternakan (pengolahan daging segar, susu, kulit, dan hasil samping lain).
  2. Industri peralatan dan mesin pertanian (IPMP). Industri ini meliputi budidaya pertanian (alat dan mesin pengolahan lahan semisal cangkul, bajak, traktor, dll), dan pengolahan(mencakup mesin pengolahan komoditas pertanian semisal mesin perontok gabah, mesin penggiling padi, mesin pengering, dll)
  3. Industri jasa sektor pertanian (IJSP). Industri ini meliputi perdagangan (kegiatan pengangkutan, pengemasan, serta penyimpanan bahan baku), konsultasi (perencanaan, pengelolaan, pengawasan mutu, serta penilaian proyek), dan komunikasi (teknologi perangkat lunak untuk kepentingan agroindustri tersebut).
Macam-macam-industri-pertanian-yang-berpeluang-menjadi-lahan-pekerjaan


Dilihat dari persebaran di atas, pertanian sebagai basic industri pertanian mencakup hampir semua bidang pekerjaan yang bisa dikembangkan. Nilai strategisnya adalah industri pertanian menghubungkan antara sektor pertanian ke sektor industri. Dengan pengembangan pada industri pertanian tentu saja akan meningkatkan pendapatan petani, pangsa pasar domestik dan internasional, volume ekspor dan devisa negara, dan juga peningkatan nilai tukar produk pertanian.

Negara kita termasuk salah satu negara yang memiliki sumber daya melimpah terutama di bidang pertanian. Untuk mampu meningkatkan nilai tambah dari produk hasil pertanian perlu dikembangkan industri yang berbasis pertanian tersebut. Disini peran anak muda sangat dibutuhkan. Bagaimana kreativitas dan dedikasi mereka dituntut untuk bisa mengeksplorasi sejauh mana dan apa saja yang diperlukan oleh industri pertanian saat ini.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada kuartal III/2020 sektor pertanian tumbuh hingga 2,5 % di tengah pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan sebesar 3,49 % dan banyaknya industri yang terkontraksi akibat pandemi covid-19. Ini sebagai gambaran awal bagaimana sektor pertanian bisa menjadi andalan Indonesia untuk tetap bertahan dan berkembang.Akan lebih baik jika nanti dibangun sebuah pusat studi pertanian berbasis teknologi dan riset sebagai pondasi.

Karena era 4.0 berkembang begitu pesat, maka bidang industri pertanian pun seharusnya mampu mengimbangi laju teknologi untuk bisa bertahan. Faktor penyebab industri pertanian masih stagnan saat ini antara lain:
  1. Pertanian masih menggunakan teknologi jadul dan mayoritas dipegang oleh generasi tua.
  2. Anak muda tidak tertarik dengan dunia pertanian
  3. Banyak sarjana tani yang justru enggan berkecimpung di bidang pertanian.
Dengan melaksanakan program digitalisasi industri pertanian kita akan mampu menjaring anak muda lebih baik lagi. Teknologi akan menggaet mereka untuk mau terjun langsung mengembangkan sektor pertanian di Indonesia.

Tujuan dari digitalisasi industri pertanian antara lain untuk merubah sektor pertanian yang tradisional menjadi lebih modern serta untuk mendidik petani menjadi pengusaha agribisnis handal. 

Apa saja sih yang bisa dilakukan terkait digitalisasi industri pertanian? sebenarnya ada banyak sekali yang bisa disasar anak muda untuk menjadi ladang pekerjaan. Tentu saja bidang pertanian yang dimaksud adalah pertanian organik. Selain meningkatkan nilai gizi produk juga untuk dapat mengurangi dampak penggunaan produk kimia yang bisa mengakibatkan lahan menjadi kritis. Semakin lama kesadaran masyarakat akan makanan bergizi semakin baik. Banyak kalangan yang beralih ke produk-produk organik untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh mereka. Tentunya ini juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sektor pertanian bisa dibidik sebagai ladang pekerjaan baru. Jenis pekerjaan terkait digitalisasi industri pertanian yang bisa dikembangkan antara lain:
  1. Program edukasi digital, misalnya dengan membuat aplikasi berbasis pertanian yang menyediakan informasi meliputi seluruh proses pertanian dari produksi hingga pasca panen.
  2. Teknologi penginderaan jauh untuk mengkalkulasi datangnya musim tanam. Teknologi ini akan membantu petani lebih akurat memulai musim tanam, mengingat perubahan iklim ekstrim saat ini.
  3. Teknologi pengairan dan pemupukan menggunakan drone
  4. Teknologi panen menggunakan IA (Intelegency Artificial) / robot.
  5. Teknologi pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk alami yang bisa digunakan untuk mengkonversi pupuk kimia.
  6. Teknologi yang bisa merevitalisasi lahan kritis.
Peluang kerja green jobs bidang pertanian


Ada banyak sekali lapangan kerja yang terbentuk hanya dari sektor pertanian ini. Anak muda dengan penguasaan teknologi yang baik dan pemahaman akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan tentu akan berpotensi masuk dan meramaikan sektor pertanian dan mengembangkannya menjadi lebih baik lagi.

Selain menyaring tenaga kerja golongan muda digitalisasi industri pertanian juga memiliki banyak manfaat, misalnya saja:
  1. Menjembatani kesulitan petani menembus pasar.
  2. Memberikan informasi terkini terkait dunia pertanian secara real time.
  3. Membantu mengurangi kerugian akibat salah memprediksi musim tanam.
  4. Mengurangi biaya tenaga kerja sehingga mampu menekan cost produksi.
  5. Memperbaiki kualitas tanah dengan konversi pupuk alami.
  6. Menjadikan Indonesia khususnya dan bumi umumnya lebih bersih.
Semoga ke depan makin banyak anak-anak muda yang tertarik masuk di sektor pertanian sebagai pendobrak. Mengambil yang baik dari teknologi untuk dijadikan senjata pengembangan dunia industri pertanian. Semoga Indonesia mampu terus menjaga ketahan pangan nasional dan merambah hingga mampu menyuplai kebutuhan luar negeri. Mari menjadikan Indonesia bersih, Indonesia lebih baik lagi. 

Indonesia bersih indonesia sehat





Referensi
https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilo-jakarta/documents/publication/wcms_149950.pdf

https://coaction.id/green-jobs-pekerjaan-ramah-lingkungan/
https://mrajaihsan.wordpress.com/2011/10/17/industri-pertanian/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar